Bogor, aksaraharian.com – Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di saluran irigasi Cikumpeni, Desa Babakan Raden, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan. Sejumlah pekerja mengaku hingga saat ini belum mengetahui besaran upah yang akan mereka terima meski pekerjaan proyek terus berjalan.
Proyek peningkatan jaringan irigasi tersebut dikerjakan oleh P3A Sugih Mukti menggunakan dana APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Rp195 juta dan target pelaksanaan selama 45 hari kalender.
Berdasarkan hasil wawancara di lokasi pada Selasa (14/7/2026), sejumlah pekerja, baik tukang maupun kenek, mengaku hanya menjalankan pekerjaan tanpa mengetahui besaran upah yang akan diterima.
“Saya kerja kenek, soal gaji berapa saya tidak tahu. Tukang juga belum tahu, kami cuma ikut kerja saja,” ujar salah seorang pekerja.
Keterangan serupa juga disampaikan pekerja lainnya. Mereka mengaku belum pernah mendapatkan penjelasan mengenai besaran upah maupun mekanisme pembayarannya.
Selain itu, para pekerja menyebut Ketua P3A Sugih Mukti jarang berada di lokasi pekerjaan. Menurut pengakuan mereka, ketua kelompok terkadang baru datang ke lokasi tiga hari sekali.
Kondisi tersebut memunculkan perhatian masyarakat yang menilai pengawasan pelaksanaan proyek di lapangan perlu ditingkatkan. Kehadiran penanggung jawab proyek dinilai penting untuk memastikan koordinasi pekerjaan berjalan dengan baik serta memberikan kepastian informasi kepada para pekerja.
Hingga berita ini diterbitkan, Ketua P3A Sugih Mukti belum memberikan tanggapan terkait pengakuan pekerja yang belum mengetahui besaran upah maupun mengenai pengawasan pelaksanaan proyek. Pihak terkait juga masih diupayakan untuk dimintai keterangan guna memperoleh penjelasan sesuai prinsip keberimbangan pemberitaan.
(Hnd)













