Example floating
Example floating
News

Bupati Tangerang Pimpin Doa Bersama di TPA Jatiwaringin, Harapkan Hujan Percepat Pemadaman

×

Bupati Tangerang Pimpin Doa Bersama di TPA Jatiwaringin, Harapkan Hujan Percepat Pemadaman

Sebarkan artikel ini
berita 976ccfb1 8306 496a bf4c 4a15974f0952

Tangerang, aksaraharian.com – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, memimpin doa bersama dengan tim penanggulangan bencana dan para relawan di lokasi kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Rabu (8/7/2026). Doa tersebut dipanjatkan untuk kelancaran proses pemadaman api serta keselamatan seluruh personel yang bertugas dan masyarakat terdampak.

Dalam kesempatan itu, Bupati Maesyal mengungkapkan rasa syukur karena sejumlah kecamatan di Kabupaten Tangerang telah melaksanakan salat istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan yang diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemadaman kebakaran.

“Alhamdulillah beberapa kecamatan juga sudah melaksanakan salat istisqa untuk bisa diturunkan hujan. Karena dengan hujan akan mempercepat proses pemadaman ini. Mari bersama kita berdoa, memohon kepada Allah SWT untuk kelancaran proses pemadaman dan keselamatan kita semua, termasuk masyarakat,” ujar Maesyal.

Di sela kegiatan monitoring penanganan kebakaran, Maesyal juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus bekerja tanpa henti selama sembilan hari terakhir dalam menangani kebakaran TPA Jatiwaringin.

Menurutnya, penanganan bencana tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan melalui Manggala Agni, relawan, Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), BPBD, Dinas Kesehatan, hingga bantuan dari Pemerintah Kota Tangerang, Jakarta Barat, Kota Serang, dan Pemerintah Provinsi Banten.

“Hari ini penanganan bencana kebakaran memasuki hari ke-9. Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan upaya semua pihak yang tak pernah berhenti menangani bencana kebakaran ini,” katanya.

Maesyal menilai sinergi seluruh pihak menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Meski intensitas api mulai berkurang, petugas masih menemukan sejumlah titik asap yang memerlukan penanganan.

“Alhamdulillah semuanya tetap semangat. Masih ada titik-titik asap yang harus dipadamkan dan seluruh tim terus bergandengan tangan dalam upaya pemadaman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses penyiraman air di area yang masih mengeluarkan asap terus dilakukan. Sementara untuk lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat, pemadaman dilakukan menggunakan helikopter water bombing milik BNPB.

“Sinergi dan kolaborasi yang baik ini harus terus dipertahankan serta dievaluasi agar tugas masing-masing semakin jelas sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam penanganan kebakaran,” tegasnya.

Selain fokus pada pemadaman, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga memastikan pelayanan bagi warga terdampak tetap menjadi prioritas. Posko evakuasi disiagakan di Desa Rajeg Mulya dan Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, lengkap dengan layanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Apabila asap mengarah ke permukiman, masyarakat langsung dievakuasi ke kantor desa di Rajeg Mulya maupun Tanjakan Mekar. Petugas kesehatan siaga, kebutuhan makan dan minum, vitamin serta suplemen juga kami siapkan agar masyarakat tetap sehat,” jelas Maesyal.

Terkait upaya rekayasa cuaca, Maesyal mengatakan pemerintah daerah masih menunggu rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hingga saat ini, kondisi awan di wilayah tersebut dinilai belum memenuhi syarat untuk pelaksanaan hujan buatan.

“Untuk rekayasa hujan, kita terus menunggu informasi dari BMKG. Karena kondisi awan di wilayah ini masih sangat tipis sehingga belum memungkinkan dilakukan hujan buatan,” pungkasnya.

(Hnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *