Example floating
Example floating
News

Penataan Pasar Parung Dimulai, PKL Direlokasi untuk Atasi Kemacetan

×

Penataan Pasar Parung Dimulai, PKL Direlokasi untuk Atasi Kemacetan

Sebarkan artikel ini
file 1776410883245 d5aaa02f faae 4df4 926a c611263a9ee4

Bogor, aksaraharian.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai menata kawasan Pasar Parung secara bertahap. Penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di badan jalan dilakukan sejak Rabu (15/4/26) guna mengurai kemacetan dan mengembalikan fungsi jalan.

Penataan ini dilakukan di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto. Sejumlah unsur dilibatkan, mulai dari dinas terkait, Kecamatan Parung, TNI-Polri hingga Satpol PP.

Petugas menertibkan PKL dengan pendekatan humanis. Para pedagang diarahkan untuk pindah ke dalam area PD Pasar Tohaga Parung yang telah disiapkan pemerintah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, mengatakan penataan tidak hanya fokus pada relokasi PKL. Pemerintah juga akan membenahi kawasan secara menyeluruh, termasuk penataan sempadan jalan dan reklame.

“Pasar Parung yang sebelumnya tertutup kini mulai terlihat. Ada ruang yang bisa dimanfaatkan untuk penataan. Reklame juga akan ditertibkan agar kawasan lebih rapi,” kata Suryanto.

Ia menambahkan, penataan dilakukan bertahap dengan pendataan bangunan, mulai dari aspek perizinan hingga kepemilikan. Ke depan, Pemkab Bogor juga berencana melakukan pelebaran jalan dari pertigaan hingga kawasan Pohon Jeruk untuk memperlancar arus lalu lintas.

Direktur Perumda Pasar Tohaga, Haris Setiawan, memastikan pihaknya telah menyiapkan ratusan los dan kios bagi para pedagang. Jika masih kurang, kapasitas akan ditambah karena lahan masih tersedia.

“Ini bukan menggusur, tapi menggeser. Pedagang tetap bisa berusaha di tempat yang lebih layak. Untuk sementara gratis, hanya bayar kebersihan dan keamanan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Parung Adhi Nugraha menyebut penataan sudah disosialisasikan sejak awal tahun. Sebagian pedagang bahkan telah membongkar lapaknya secara mandiri.

“Kami harap masyarakat tidak lagi bertransaksi di pinggir jalan. Kalau tidak, kondisi semrawut akan terulang,” ucapnya.

Pemkab Bogor menekankan penataan Pasar Parung membutuhkan dukungan semua pihak, baik pemerintah, pedagang, maupun masyarakat, agar kawasan menjadi lebih tertib, nyaman, dan aman.

(Hnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *