Bandung, aksaraharian.com – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengapresiasi keseriusan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menata kawasan Puncak. Kawasan wisata unggulan itu kini ditetapkan sebagai prioritas penataan kawasan strategis secara terpadu.
Pemkab Bogor pun terus mempercepat penataan kawasan Puncak secara menyeluruh dan terintegrasi sebagai tindak lanjut arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Penataan ini dinilai penting mengingat Puncak menjadi magnet wisata sekaligus wajah Kabupaten Bogor di tingkat nasional.
Langkah tersebut juga bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan, mengurangi kemacetan, serta menata ruang agar lebih tertib. Selain itu, penataan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Awal Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Kawasan Strategis Tahun Anggaran 2026 yang digelar pada Rabu (22/4/2026).
Dalam forum tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, hadir sebagai narasumber untuk memaparkan konsep penataan kawasan Puncak. Pemaparan itu menjadi bagian dari upaya menyelaraskan langkah antara pemerintah pusat dan daerah.
“Dengan sinergi lintas sektor dan komitmen bersama, kawasan Puncak diharapkan menjadi kawasan yang tertib, nyaman, dan representatif sebagai wajah Kabupaten Bogor di Indonesia,” ujar Rudy Susmanto.
Ajat menambahkan, perhatian pemerintah pusat tidak terlepas dari komitmen dan langkah nyata Pemkab Bogor dalam menata kawasan tersebut. Ia menyebut pemerintah pusat tidak hanya merencanakan, tetapi juga mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, penataan kawasan Puncak tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terpadu dari hulu hingga hilir. Penanganan dimulai dari titik-titik krusial yang menjadi simpul kemacetan.
“Penanganan Puncak harus dimulai dari bawah. Tidak mungkin kita menata kawasan Gunung Mas tanpa memperbaiki Simpang Gadog terlebih dahulu,” jelas Ajat.
Ia menyebut, titik-titik seperti Simpang Gadog menjadi sumber kemacetan akibat tingginya aktivitas persimpangan serta gangguan samping seperti bangunan liar dan pedagang kaki lima.
Penataan kawasan Puncak dilakukan secara kolaboratif, mulai dari Simpang Gadog hingga perbatasan Cianjur. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan keterpaduan kawasan, mengurai kemacetan, serta meningkatkan kualitas tata ruang sekaligus memperkuat daya tarik Puncak sebagai destinasi unggulan nasional.
(Red)













