Cianjur, aksaraharian.com – Tragedi kemanusiaan menyelimuti sebuah keluarga sederhana di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Seorang pria yang selama ini menjadi satu-satunya penopang hidup neneknya yang telah lanjut usia, ditemukan tewas akibat dugaan pembunuhan.
Korban diketahui bernama Iwan Setiawan (31), warga Kampung Sukaharja RT 03/04, Desa Palasari, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Ia diduga menjadi korban pembunuhan yang terjadi di Kampung Tarikolot, Desa Cinangsi, Kecamatan Cikalongkulon.
Peristiwa ini tak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga memunculkan keprihatinan warga lantaran korban selama ini menjadi satu-satunya orang yang merawat sekaligus menafkahi neneknya, Bu Mimin (85).
Kematian Iwan membuat Bu Mimin kini harus menjalani hari tua seorang diri. Di usia yang sudah senja, ia kehilangan cucu yang selama ini menjadi tempat bergantung untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
Di rumah sederhana yang mereka tempati, Iwan dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab dan rutin memenuhi kebutuhan neneknya. Kepergiannya secara tragis meninggalkan luka yang mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi warga sekitar yang mengenal kedekatan keduanya.
Kondisi Bu Mimin pun kini menjadi perhatian warga. Banyak yang khawatir, lansia berusia 85 tahun itu akan kesulitan menjalani hidup tanpa sosok cucu yang selama ini merawatnya.
Pihak keluarga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku pembunuhan.
Kakak korban, Siti Aisyah (36), mengatakan keluarganya sangat terpukul atas kabar duka yang datang secara mendadak. Menurutnya, keluarga pertama kali mengetahui peristiwa itu dari pihak tempat kerja korban.
“Kami sangat terpukul atas kejadian ini. Harapan kami sebagai keluarga, pelaku pembunuhan bisa segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Siti Aisyah saat diwawancarai, Jumat (3/4/2026).
Selain meminta keadilan hukum, keluarga juga berharap ada perhatian dari pemerintah daerah terhadap kondisi Bu Mimin yang kini hidup seorang diri.
“Kami berharap secara kemanusiaan pemerintah bisa melihat kondisi nenek kami yang sudah sangat sepuh. Sekarang beliau hidup sendiri tanpa cucu yang selama ini menanggung kehidupannya,” katanya.
Di lingkungan tempat tinggalnya, Iwan dikenal sebagai pribadi yang baik, pendiam, dan tidak pernah menimbulkan persoalan.
Ketua RT 03/04 Kampung Sukaharja, Didin, mengatakan korban selama ini memang dikenal sebagai tulang punggung keluarga, khususnya bagi sang nenek.
“Korban orangnya baik dan tidak pernah bermasalah dengan warga. Dia memang menjadi tulang punggung keluarga, terutama untuk neneknya yang sudah lanjut usia,” ujarnya.
Menurut Didin, hingga saat ini belum ada bantuan khusus yang diberikan kepada keluarga korban pascakejadian tersebut.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait. Selain itu kami juga berharap pelaku segera ditangkap agar kasus ini bisa segera terang,” katanya.
Keprihatinan serupa juga disampaikan warga setempat, M. Firdaus alias Bowo (36). Ia menyebut kondisi Bu Mimin saat ini sangat memprihatinkan, mengingat usianya yang sudah lanjut dan membutuhkan pendampingan.
“Kasihan sekali, sekarang beliau hidup sendiri. Cucu yang selama ini merawat dan menafkahinya sudah meninggal dunia,” ungkapnya.
Bowo menjelaskan, sebelum peristiwa ini terjadi, ibu korban juga telah lebih dulu meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya cukup lama. Sejak saat itu, Iwan menjadi satu-satunya keluarga yang mengurus sang nenek.
“Korban benar-benar tulang punggung keluarga. Dia yang mengurus neneknya setiap hari,” katanya.
Kasus ini dinilai bukan sekadar perkara kriminal, tetapi juga menyangkut persoalan sosial dan kemanusiaan. Warga berharap pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten dapat turun tangan memberikan perhatian terhadap Bu Mimin yang kini hidup sebatang kara.
Di sisi lain, masyarakat juga mendesak aparat kepolisian agar bekerja cepat dan profesional dalam mengungkap pelaku serta motif di balik dugaan pembunuhan tersebut.
“Harapan kami jelas, pelaku segera ditangkap dan nenek korban mendapat perhatian serta bantuan dari pemerintah,” ujar Bowo.
Peristiwa yang menewaskan Iwan Setiawan menjadi pengingat bahwa di balik sebuah tindak kriminal, sering kali ada luka sosial yang jauh lebih dalam terutama bagi keluarga yang ditinggalkan dan harus melanjutkan hidup dalam keterbatasan.
(Indra)













