Example floating
Example floating
News

Gubernur Banten Terima Audiensi HMI, Tegaskan Tak Anti Kritik dan Siap Tampung Aspirasi Mahasiswa

19
×

Gubernur Banten Terima Audiensi HMI, Tegaskan Tak Anti Kritik dan Siap Tampung Aspirasi Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
image berita 698bbbfe 992a 4c8c b0da de2818601baf

SERANG, aksaraharian.com – Gubernur Banten Andra Soni menerima audiensi para pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Serang, Cilegon, Lebak, dan Pandeglang di Gedung Negara Provinsi Banten, Jalan Brigjen KH Syam’un, Kota Serang, Kamis (5/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Andra Soni menegaskan bahwa dirinya terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa, dalam menjalankan roda pemerintahan di Provinsi Banten.

“Saya bukan kepala daerah yang anti kritik. Hari ini kami berdialog dengan teman-teman HMI Provinsi Banten, dan turut hadir kepala-kepala OPD. Ini merupakan bentuk refleksi dari teman-teman HMI terhadap kepemimpinan saya dan Pak Dimyati,” ujar Andra Soni.

Ia menjelaskan, dalam dialog tersebut para pengurus HMI menyampaikan berbagai masukan terkait pembangunan di Banten, mulai dari sektor infrastruktur hingga pendidikan.

Menurutnya, masukan tersebut merupakan bagian penting dalam proses pembangunan daerah agar kebijakan pemerintah dapat lebih tepat sasaran.

“Ini dialog yang positif. Saya membutuhkan masukan dan saran dari masyarakat melalui teman-teman HMI. Semoga dialog ini bermanfaat bagi pembangunan Provinsi Banten,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Andra Soni juga memaparkan perkembangan sejumlah program unggulan Pemerintah Provinsi Banten. Salah satunya program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang bertujuan memperlancar akses ekonomi masyarakat serta mendukung layanan pendidikan dan kesehatan.

Ia menyebutkan, pada tahun 2026 program tersebut juga akan difokuskan untuk mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem di desa-desa prioritas.

Selain itu, Pemprov Banten juga menjalankan program Sekolah Gratis sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan sekaligus mengurangi angka kemiskinan.

“Melalui program Sekolah Gratis, anak-anak bisa bersekolah di sekolah swasta. Ke depan tidak ada lagi ijazah yang tertahan karena sudah dibiayai oleh pemerintah. Pendidikan adalah salah satu cara untuk keluar dari kemiskinan,” jelasnya.

Andra Soni menambahkan, pada tahun 2026 program tersebut juga akan menyasar Madrasah Aliyah swasta di Provinsi Banten.

Ia juga memaparkan capaian pemerintah daerah dalam sektor ketahanan pangan. Pada tahun 2025, produksi panen padi di Provinsi Banten mencapai 1,8 juta ton.

Selain itu, Pemprov Banten juga telah membangun jalan lingkungan sepanjang 407 kilometer pada tahun yang sama guna mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur dan peningkatan produksi pangan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat Banten,” pungkasnya.

(Hnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *