Example floating
Example floating
NewsPEMERINTAHAN

Peringati Hari Desa Nasional, Bupati Tangerang Tegaskan Desa Pilar Utama Pembangunan

11
×

Peringati Hari Desa Nasional, Bupati Tangerang Tegaskan Desa Pilar Utama Pembangunan

Sebarkan artikel ini

Tangerang, aksaraharian.com – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri Upacara Peringatan Hari Desa Nasional yang dirangkaikan dengan Apel Hari Kesadaran Nasional Tingkat Kabupaten Tangerang di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Senin (19/1/2026).

Upacara tersebut diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang, 246 kepala desa, serta perwakilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat peran desa sebagai fondasi pembangunan daerah dan nasional.

Dalam amanatnya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa desa memiliki peran strategis sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Desa tidak hanya menjadi tempat tumbuhnya nilai gotong royong dan kebersamaan, tetapi juga pusat pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kerakyatan, dan kearifan lokal.

Mengusung tema “Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia”, Bupati menilai tema tersebut sarat makna filosofis dan strategis. Menurutnya, denyut perekonomian, stabilitas sosial, serta ketahanan pangan nasional bermula dari desa.

“Jika desanya kuat, maka kuatlah Indonesia. Jika desanya mandiri, maka jayalah Indonesia. Karena itu, pembangunan desa harus menjadi prioritas bersama,” tegasnya.

Ia menyampaikan, penetapan 15 Januari sebagai Hari Desa Nasional bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun desa secara berkelanjutan melalui sinergi pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Peringatan ini mengingatkan kita bahwa kemajuan daerah dan bangsa sangat ditentukan oleh kemajuan desa. Kita terus mendorong peningkatan kapasitas pemerintah desa dan partisipasi masyarakat agar desa-desa di Kabupaten Tangerang semakin maju,” ujarnya.

Memasuki tahun 2026, Bupati Maesyal juga mengajak seluruh pemangku kepentingan desa untuk melakukan lompatan besar dalam tata kelola pemerintahan desa, dari pola administratif menuju pengelolaan desa berbasis digital, transparan, dan berkelanjutan.

“Transformasi digital desa atau Smart Village bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Pelayanan publik harus berbasis digital agar masyarakat mendapatkan layanan yang mudah dan cepat tanpa birokrasi berbelit,” ungkapnya.

Selain itu, penguatan ketahanan pangan dan ekonomi lokal menjadi perhatian utama. Bupati mendorong optimalisasi peran BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa agar mampu menciptakan produk unggulan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kabupaten Tangerang memiliki potensi besar di sektor agrikultur dan industri kreatif. BUMDes dan koperasi desa harus mampu menggerakkan ekonomi dan membuat produk desa bersaing di pasar nasional hingga internasional,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga meluncurkan operasional Mobil Siaga Desa untuk layanan kedaruratan masyarakat, terutama akses kesehatan ke puskesmas dan rumah sakit selama 24 jam. Saat ini tersedia 132 unit Mobil Siaga Desa dan ditargetkan menjangkau seluruh 246 desa pada 2026.

“Mobil Siaga Desa adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat desa, khususnya layanan kesehatan dan kedaruratan,” jelasnya.

Bupati juga menekankan pentingnya pengelolaan Dana Desa yang akuntabel dan berintegritas. Ia mengingatkan agar setiap rupiah Dana Desa dikelola secara transparan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Dana Desa adalah amanat rakyat. Harus digunakan untuk pembangunan SDM, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa,” tegasnya.

Menutup amanatnya, Bupati Maesyal Rasyid mengajak para kepala desa dan perangkat desa untuk terus berinovasi, mendengarkan aspirasi warga, serta menjadi pemimpin yang melayani.

“Kita ingin desa-desa di Kabupaten Tangerang tidak hanya menjadi penyangga kawasan perkotaan, tetapi tumbuh sebagai pusat pertumbuhan baru yang mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya.

(Hnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *