Tangerang, aksaraharian.com – Rencana pembangunan Pesantren Dai Preneur Indonesia di Kampung Tapos Gardu, RT 02/RW 01, Desa Tapos, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, mulai menunjukkan keseriusan. Sejumlah alat berat terlihat mulai melakukan perataan tanah yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan pesantren, Jumat (9/10/2026).
Pembangunan pesantren ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan cita-cita besar Pesantren Dai Preneur Indonesia yang dipimpin oleh KH Syahrul Ramadhan, yakni mencetak 1.000 dai yang mampu berperan aktif dalam menyebarkan nilai-nilai Islam, membina umat, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Keberadaan pesantren tersebut diharapkan menjadi pusat pendidikan dan pengembangan dakwah Islam yang mampu melahirkan generasi pendakwah berilmu, berakhlak, serta memiliki semangat kemandirian.
Melalui pembangunan ini, Pesantren Dai Preneur Indonesia diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk memperdalam ilmu agama, meningkatkan kemampuan berdakwah, sekaligus membangun karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman.
Tidak hanya berfokus pada pendidikan keagamaan, konsep Dai Preneur juga menitikberatkan pada pengembangan jiwa kewirausahaan dan kemandirian ekonomi. Para santri diharapkan tidak hanya memiliki bekal ilmu agama, tetapi juga mampu mengembangkan potensi diri, menciptakan kegiatan produktif, dan memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitarnya.
Target mencetak 1.000 dai menjadi visi besar yang diharapkan dapat memperkuat syiar Islam, khususnya di wilayah Tigaraksa dan sekitarnya. Para dai nantinya diharapkan mampu menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara santun, menyejukkan, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pembangunan Pesantren Dai Preneur Indonesia di Desa Tapos juga diharapkan mendapat dukungan masyarakat sehingga kehadirannya dapat memberikan manfaat nyata bagi perkembangan pendidikan Islam, pembinaan generasi muda, dan penguatan kehidupan keagamaan di Kabupaten Tangerang.
Dengan dimulainya proses perataan lahan, rencana pembangunan pesantren tersebut menjadi langkah awal dalam mewujudkan harapan lahirnya generasi dai yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga mandiri, berintegritas, dan mampu menjadi penggerak kebaikan di tengah masyarakat.













