Cianjur, aksaraharian.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur bersama Pemerintah Desa Cimacan, Dinas Perhubungan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), tokoh masyarakat, juru parkir, pelaku usaha jasa wisata, serta perwakilan pengemudi wisata menggelar pertemuan silaturahmi di kawasan Taman Raya Cibodas, Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Minggu (2/8/2026).
Pertemuan tersebut digelar menyusul beredarnya video dugaan pungutan terhadap pengemudi kendaraan wisata yang terjadi sehari sebelumnya. Forum itu menjadi langkah bersama untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan kawasan wisata Cibodas.
Kepala Disbudpar Kabupaten Cianjur, Yudha Azwar, mengatakan seluruh unsur yang hadir sepakat memperkuat koordinasi agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
“Hari ini kami melaksanakan silaturahmi dengan berbagai unsur, termasuk pelaku usaha jasa pariwisata dan pemerintah desa. Intinya kami menyinergikan kembali langkah ke depan agar kejadian yang terjadi kemarin tidak terulang,” ujar Yudha.
Ia menjelaskan, persoalan yang sempat menjadi perhatian publik telah diklarifikasi melalui forum musyawarah. Menurutnya, seluruh pihak berkomitmen mencegah segala bentuk praktik pungutan liar di kawasan wisata Cibodas.
Yudha juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu berkunjung ke kawasan wisata Cibodas. Menurutnya, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus berupaya menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif bagi wisatawan.
Sementara itu, Ketua Pokdarwis Taman Raya Cibodas, Nandang Sugandi, mengatakan pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk meningkatkan tata kelola kawasan wisata, termasuk memperkuat aspek ketertiban, keamanan, dan kebersihan.
Menurutnya, peristiwa yang sempat viral menjadi bahan evaluasi bersama agar pelayanan terhadap wisatawan semakin baik dan profesional.
“Harapan kami, Cibodas tetap menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan pengalaman positif bagi setiap pengunjung,” katanya.
Perwakilan pengemudi wisata Timur Tengah, Alex Noerdin Hermawan, menilai peristiwa yang sempat viral dipicu oleh kesalahpahaman antara pengemudi dan juru parkir di lapangan.
Ia berharap komunikasi antara para pengemudi, petugas parkir, serta pihak terkait dapat terus diperbaiki sehingga kondisi di kawasan wisata tetap kondusif dan wisatawan merasa nyaman selama berkunjung.
Di sisi lain, Kepala Desa Cimacan, Deden Ismail, menyampaikan bahwa musyawarah yang dihadiri pemerintah daerah, pelaku usaha jasa wisata, dan unsur masyarakat telah menghasilkan kesepahaman bersama untuk menjaga kondusivitas kawasan wisata.
Menurutnya, persoalan yang sempat menjadi perhatian publik telah diselesaikan melalui musyawarah. Pemerintah Desa Cimacan bersama para pelaku jasa wisata juga berkomitmen meningkatkan pengawasan serta menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan.
“Kami mengajak masyarakat untuk kembali berwisata ke Kabupaten Cianjur, khususnya ke kawasan Taman Raya Cibodas. Mari bersama-sama mendukung pariwisata Cianjur agar terus berkembang melalui pelayanan yang tertib, aman, dan nyaman,” pungkasnya.
(Bet)













