Example floating
Example floating
News

Bupati Bogor Rudy Susmanto Sambut PSEL Bogor Raya 1, 2.000 Ton Sampah per Hari Bakal Diolah Jadi Energi

×

Bupati Bogor Rudy Susmanto Sambut PSEL Bogor Raya 1, 2.000 Ton Sampah per Hari Bakal Diolah Jadi Energi

Sebarkan artikel ini
file 1789630403605 47cef8f0 7aa4 4828 907d ae08dbd57927 scaled

BOGOR, aksaraharian.com – Bupati Bogor Rudy Susmanto mengapresiasi kebijakan Pemerintah Pusat yang mendorong percepatan pengelolaan sampah melalui pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Rudy menyebut kebijakan tersebut menjadi momentum penting bagi Kabupaten Bogor dalam menangani persoalan sampah, khususnya di Galuga yang telah menjadi lokasi pembuangan sampah sejak 1992.

“Ini merupakan momentum bersejarah bagi Kabupaten Bogor. Setelah 34 tahun, kita mendapatkan kebijakan dari Pemerintah Pusat yang memungkinkan persoalan sampah di Galuga mulai ditangani dengan teknologi modern,” ujar Rudy, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, perhatian Pemerintah Pusat terhadap persoalan persampahan menjadi langkah penting untuk mendorong percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi.

Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran Pemerintah Pusat atas dukungan dan kebijakan yang diberikan dalam upaya mempercepat penyelesaian persoalan sampah di daerah.

Ia menegaskan, persoalan sampah tidak dapat ditangani hanya oleh pemerintah daerah. Diperlukan sinergi antara kebijakan nasional, dukungan pemerintah pusat, investasi, teknologi, serta kolaborasi berbagai pihak agar sistem pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Bogor tentu sangat mengapresiasi kebijakan Pemerintah Pusat. Ini adalah bentuk keberpihakan terhadap penyelesaian persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar,” katanya.

Rudy menjelaskan, PSEL Bogor Raya 1 dirancang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.500 hingga 2.000 ton sampah per hari. Selain PSEL, kawasan Galuga juga akan dilengkapi fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar yang dikembangkan oleh TNI Angkatan Darat untuk menangani sampah lama yang telah menumpuk.

Menurut Rudy, dua pendekatan tersebut diharapkan mampu mengubah pola pengelolaan sampah di Galuga. Sampah tidak lagi sekadar dipindahkan atau ditimbun, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi sekaligus mengurangi beban terhadap lingkungan.

Meski demikian, Rudy menekankan pembangunan PSEL bukan berarti pengelolaan sampah dari tingkat hulu dihentikan. Pemerintah Kabupaten Bogor tetap akan memperkuat upaya pengurangan, pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari rumah tangga, desa hingga kecamatan.

“Kita tetap harus menyelesaikan persoalan dari hulunya. Sampah harus mulai dikurangi dan dikelola sejak dari rumah, desa dan wilayah masing-masing. PSEL ini menjadi bagian dari solusi, bukan berarti pengelolaan dari hulu berhenti,” jelasnya.

Rudy berharap dukungan Pemerintah Pusat tersebut menjadi awal transformasi kawasan Galuga. Kawasan yang selama ini identik dengan aktivitas pembuangan dan tumpukan sampah diharapkan secara bertahap dapat dipulihkan serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat Kabupaten Bogor.

Dengan penguatan pengelolaan dari hulu dan penerapan teknologi pengolahan sampah di hilir, Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan persoalan persampahan dapat ditangani secara lebih terpadu dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *