Example floating
Example floating
News

Polda Banten Gandeng Gyokai, Program Poliran Didorong Jadi Jembatan Menuju Lapangan Kerja

×

Polda Banten Gandeng Gyokai, Program Poliran Didorong Jadi Jembatan Menuju Lapangan Kerja

Sebarkan artikel ini
IMG 20260923 WA0016

Tangerang, aksaraharian.com – Polresta Tangerang mendukung optimalisasi program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) dan pendidikan vokasi industri sebagai langkah memperluas akses masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap keterampilan dan peluang kerja.

Dukungan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Polda Banten dan PT Gyokai Indonesia Kompeten dalam optimalisasi program Poliran dan pendidikan vokasi industri. Kegiatan berlangsung di Gedung Gyokai Indonesia Kompeten, Cisoka, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/9/2026).

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, persoalan pengangguran tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi, tetapi juga dapat berdampak terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia menyebut, berdasarkan data yang disampaikan, tingkat pengangguran di Provinsi Banten saat ini berada di angka sekitar 6,7 persen atau setara dengan sekitar 650.000 orang.

“Kegiatan hari ini adalah wujud kehadiran negara dan pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut,” ujar Hengki.

Menurutnya, program Poliran yang telah berjalan sekitar dua tahun diarahkan untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat yang belum memiliki pekerjaan tetap. Program tersebut kemudian diperkuat melalui kolaborasi dengan dunia industri, salah satunya melalui pendidikan vokasi yang diselenggarakan PT Gyokai Indonesia Kompeten.

Pendidikan vokasi tersebut dirancang untuk mempertemukan kebutuhan dunia pendidikan dengan kebutuhan perusahaan. Peserta mendapatkan pembelajaran teori di kelas sekaligus praktik langsung di lingkungan industri.

“Sekitar 30 sampai 40 persen pembelajaran dilakukan di kelas, sedangkan 60 persen lainnya dilaksanakan langsung di industri,” jelasnya.

Melalui pola tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja sebelum lulus, tetapi juga berkesempatan mendapatkan penghasilan selama mengikuti program.

“Sambil sekolah mereka bisa bekerja di industri dan mempunyai penghasilan. Saat magang satu tahun, mereka menerima upah sekitar 80 persen, dan setelah lulus serta bekerja 100 persen, mereka akan menerima upah sesuai dengan UMK atau UMP setempat,” ungkap Hengki.

Saat ini, PT Gyokai Indonesia Kompeten disebut telah memiliki kemitraan dengan sekitar 200 perusahaan yang dapat menjadi tempat magang maupun penempatan kerja peserta program.

Polresta Tangerang Siap Dukung

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menegaskan, pihaknya siap mendukung implementasi program tersebut, terlebih Kabupaten Tangerang merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas industri yang cukup besar.

Menurutnya, keberadaan industri perlu diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekitar.

“Kami juga memiliki tanggung jawab untuk ikut mendorong terciptanya lingkungan masyarakat yang aman, produktif, dan memiliki peluang ekonomi,” kata Indra Waspada.

Ia menilai, program yang mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri memiliki nilai strategis karena memberikan bekal keterampilan sekaligus membuka akses yang lebih jelas menuju dunia kerja.

Polresta Tangerang juga akan mendorong jajaran Polsek untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, sekolah, tokoh masyarakat hingga dunia usaha.

“Semangatnya adalah kolaborasi. Ketika pemerintah, kepolisian, dunia pendidikan dan dunia industri bergerak bersama, kita berharap semakin banyak masyarakat usia produktif yang mendapatkan akses pelatihan dan pekerjaan,” tuturnya.

Terbuka bagi Masyarakat Usia Produktif

Sementara itu, CEO PT Gyokai Indonesia Kompeten Teguh Imam Pambudi mengatakan, pihaknya membuka kesempatan bagi masyarakat usia produktif untuk mengikuti pelatihan sekaligus mendapatkan akses penempatan kerja.

“Nanti dilatih sama kita dan ditempatkan di perusahaan yang cocok. Tidak ada sarana (syarat khusus) tertentu buat masyarakat yang ingin masuk ke sini. Selama umurnya masih produktif, silakan kemari saja. Nanti kita cari penempatannya yang sesuai dengan spesifikasi perusahaan,” ujar Teguh.

Meski terbuka bagi masyarakat usia produktif, peserta tetap harus melalui sejumlah tahapan seleksi untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan industri.

Tahapan tersebut meliputi pendaftaran, pemeriksaan fisik, rangkaian tes hingga wawancara. Setelah seluruh proses selesai, peserta akan ditempatkan pada perusahaan yang sesuai dengan spesifikasi dan kompetensinya.

“Kita ada mekanismenya. Mulai dari mendaftar di sini, pengecekan fisik, lalu mengikuti rangkaian tes hingga wawancara. Setelah wawancara selesai, baru dilakukan penempatan kerja,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *