Cianjur, aksaraharian.com – Polemik penyaluran bantuan pangan pemerintah kembali mencuat di wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Ribuan warga Desa Sukatani yang telah menerima undangan pembagian bantuan dari program pangan pemerintah melalui Perum Bulog terpaksa pulang tanpa membawa bantuan karena distribusi tidak terlaksana sesuai jadwal.
Kepala Desa Sukatani, H. Udin Sanusi, mengungkapkan bahwa jadwal pembagian bantuan sebenarnya telah disiapkan jauh hari melalui koordinasi dengan pihak kecamatan. Undangan kepada warga bahkan telah disebarkan melalui para ketua RT lengkap dengan barcode sebagai tanda penerima bantuan.
“Jadwal sudah ditentukan dari kecamatan sejak lama. Undangan sudah kami sebarkan melalui RT kepada warga penerima,” kata Udin Sanusi kepada media, Senin (20/4/2026).
Sebelum pelaksanaan penyaluran, pemerintah Desa Sukatani telah melakukan verifikasi data penerima bantuan pangan dari Perum Bulog melalui para ketua RT.
Verifikasi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran, termasuk memperbarui data warga yang telah pindah domisili maupun yang meninggal dunia.
“Semua RT sudah memverifikasi data. Mana warga yang masih ada, mana yang pindah atau meninggal sudah diperbaiki. Jadi datanya sudah siap,” ujarnya.
Pada hari yang dijadwalkan, Senin (20/4/2026), beberapa warga mulai datang ke kantor desa untuk mengambil bantuan pangan. Mereka datang karena telah menerima undangan resmi yang sebelumnya dibagikan oleh ketua RT.
Namun hingga waktu yang ditentukan, bantuan pangan belum juga dapat disalurkan. Pemerintah desa pun harus memberikan penjelasan kepada warga yang sudah datang.
“Ada warga yang datang jauh-jauh bahkan menggunakan ojek. Mereka datang karena undangan sudah diterima,” ungkapnya.
Situasi ini semakin memicu pertanyaan warga karena beberapa desa lain di wilayah Kecamatan Cipanas dilaporkan telah lebih dahulu menerima bantuan pangan sesuai jadwal distribusi.
Perbedaan pelaksanaan tersebut membuat warga mempertanyakan mengapa penyaluran di Desa Sukatani belum juga terlaksana.
Pemerintah Desa Sukatani mencatat sekitar 2.500 warga masuk dalam daftar penerima bantuan pangan. Jika seluruh penerima datang bersamaan tanpa kepastian jadwal, pemerintah desa khawatir akan terjadi kerumunan di lokasi pembagian.
Udin menilai jika terjadi kendala distribusi dari Perum Bulog, seharusnya pihak Kecamatan Pacet segera memberikan pemberitahuan resmi kepada pemerintah desa.
“Kalau memang ada kendala, mestinya disampaikan lebih awal. Ini menyangkut warga yang sudah datang karena berharap bantuan bisa langsung diterima,” tegasnya.
Pemerintah Desa Sukatani berharap koordinasi antarinstansi terkait dapat segera diperbaiki agar distribusi bantuan pangan berjalan sesuai rencana dan tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat penerima manfaat.
(Indra)













