CIANJUR, aksaraharian.com — Kondisi jalan kabupaten di Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, menuai keluhan warga. Ruas jalan yang rusak parah dan berlubang dilaporkan telah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan serius dari pemerintah daerah.
Kepala Desa Sukatani, H. Udin Sanusi, mengatakan bahwa sebagian besar ruas jalan yang mengalami kerusakan merupakan jalan milik Pemerintah Kabupaten Cianjur dengan panjang mencapai sekitar 3 hingga 4 kilometer.
“Statusnya jalan kabupaten. Tahun lalu memang ada perbaikan, tapi hanya sekitar 100 meter dengan pengecoran beton,” ujar Udin, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, kerusakan jalan semakin memburuk akibat curah hujan tinggi yang kerap memicu genangan air hingga mempercepat kerusakan struktur jalan.
Kerusakan terparah terjadi di jalur Kampung Gunung Putri sepanjang sekitar 2 hingga 2,5 kilometer. Jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat, terutama untuk aktivitas pertanian dan jalur mobilitas warga menuju kawasan wisata Pacet.
“Jalur Gunung Putri itu yang paling parah. Sudah lama tidak diperbaiki. Terakhir sekitar tahun 2015 saat ada perbaikan oleh provinsi sampai arah Cipanas,” jelasnya.
Kondisi ini berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga. Distribusi hasil pertanian menjadi terhambat karena kendaraan pengangkut kesulitan melintas di jalan rusak.
“Banyak kendaraan rusak akibat jalan berlubang. Bahkan pengendara motor juga sering terjatuh,” tambah Udin.
Keluhan warga sempat viral di media sosial dan memicu sorotan terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut. Namun, sebagian masyarakat juga sempat mempertanyakan peran pemerintah desa.
Menanggapi hal itu, Udin menegaskan bahwa pihak desa telah memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah kabupaten.
“Kami sudah sampaikan, termasuk lewat media sosial, bahwa itu bukan kewenangan desa,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa pemerintah desa tidak tinggal diam. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pengajuan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) hingga pengiriman surat resmi kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Kami sudah kirim surat ke bupati dan dinas terkait. Tapi sampai sekarang belum ada respons atau tindak lanjut,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk jalan yang berstatus sebagai jalan desa, pemerintah setempat telah melakukan perbaikan secara bertahap sehingga kondisinya relatif baik.
Namun, persoalan utama masih berada pada ruas jalan kabupaten yang hingga kini belum tersentuh perbaikan dan terus menjadi keluhan masyarakat.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki infrastruktur tersebut demi kelancaran aktivitas dan keselamatan pengguna jalan.
(Indra)













