Example floating
Example floating
News

Belasan Rumah Hangus di Kebakaran Kampung Pasekon Cipanas, Puluhan Warga Mengungsi

8
×

Belasan Rumah Hangus di Kebakaran Kampung Pasekon Cipanas, Puluhan Warga Mengungsi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260328 WA0041

Cianjur, aksaraharian.com — Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Kampung Pasekon RT 03/RW 17, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, pada Sabtu subuh (28/3/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Dalam peristiwa tersebut, sedikitnya 12 rumah warga hangus terbakar dan 21 kepala keluarga (KK) atau sekitar 51 jiwa terdampak.

Selain menghanguskan belasan rumah, kebakaran juga menyebabkan dua warga mengalami luka bakar, yakni Sutiana (89) dan Ahmad Jailani (69). Keduanya langsung dilarikan ke RSUD Cimacan untuk mendapatkan penanganan medis. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kepala Desa Cipanas, Muhammad Agus Saputra, mengatakan pemerintah desa bersama warga dan relawan bergerak cepat melakukan penanganan awal, termasuk mengevakuasi warga terdampak ke Masjid Al-Huda Cipendawa yang dijadikan posko darurat sementara.

“Alhamdulillah dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Namun ada dua warga yang mengalami luka bakar dan saat ini sudah mendapatkan penanganan medis di RSUD Cimacan. Pemerintah desa saat ini fokus pada evakuasi serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak,” ujar Agus Saputra kepada wartawan, Sabtu (28/3/2026).

Agus menjelaskan, sebagian korban kebakaran saat ini mengungsi di Masjid Al-Huda Cipendawa, sementara sebagian lainnya memilih tinggal sementara di rumah kerabat.

Pemerintah desa bersama relawan juga telah membuka dapur umum guna memenuhi kebutuhan logistik para penyintas.

“Sebagian warga mengungsi di Masjid Al-Huda, sementara yang lain tinggal sementara di rumah kerabat. Ada juga yang berencana menyewa kontrakan. Bahkan ada donatur yang memberikan bantuan sekitar Rp5 juta per kepala keluarga untuk membantu biaya tempat tinggal sementara,” jelasnya.

Akibat kebakaran tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp2,2 miliar. Selain rumah tinggal, sejumlah kendaraan dan barang berharga milik warga turut ludes dilalap api.

Meski demikian, angka kerugian tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan masih terus dilakukan oleh aparat desa bersama relawan.

Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran diduga bermula dari suara ledakan yang terdengar dari salah satu rumah warga. Tak lama setelah itu, api langsung membesar dan dengan cepat menjalar ke rumah-rumah lain karena kondisi bangunan yang berdempetan.

Seorang warga setempat, Teh Imas (43), mengatakan warga pertama kali mengetahui adanya kebakaran saat api sudah terlihat membesar dari salah satu rumah di pinggir jalan.

“Awalnya warga mendengar ada suara ledakan, lalu api sudah besar. Dugaan warga dari gas di dapur. Api cepat sekali merambat karena rumah di sini berdekatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Pacet AKP Amir Said, S.E., yang turun langsung ke lokasi bersama anggota, menyampaikan bahwa penyebab kebakaran sementara diduga berasal dari kebocoran tabung gas LPG ukuran 12 kilogram di rumah milik Sutiana.

“Diduga terjadi kebocoran dari tabung gas LPG ukuran 12 kilogram. Di lokasi kami menemukan tiga tabung gas yang kemudian diamankan sebagai barang bukti dan saat ini berada di Polsek Pacet,” kata Amir Said.

Petugas pemadam kebakaran dari wilayah Cipanas dan Kabupaten Cianjur langsung diterjunkan ke lokasi usai menerima laporan warga. Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran dengan sekitar 25 personel dikerahkan untuk memadamkan api.

Kanit Damkar Cipanas, Yanto Hermanto, mengatakan saat petugas tiba di lokasi, api sudah dalam kondisi membesar sehingga cepat merambat ke rumah-rumah lain di kawasan permukiman padat tersebut.

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.00 WIB dan dilanjutkan proses pendinginan hingga sekitar pukul 09.30 WIB untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa,” ujarnya.

Relawan dari Energi Relawan Indonesia (ERI) juga turut melakukan assessment guna mendata jumlah korban serta kerusakan bangunan yang terdampak.

Relawan ERI, Aher, mengatakan tim relawan membantu proses evakuasi warga, pendataan korban, hingga proses pendinginan bersama petugas pemadam kebakaran dan masyarakat setempat.

“Data sementara sekitar 11 hingga 12 rumah terdampak dengan kurang lebih 51 jiwa. Saat ini sebagian korban ditempatkan sementara di Masjid Al-Huda,” katanya.

Hingga kini, pemerintah desa, aparat kepolisian, relawan, dan masyarakat masih fokus pada penanganan pascakebakaran, termasuk pemenuhan kebutuhan logistik para korban serta membuka bantuan dari berbagai pihak untuk proses pemulihan dan pembangunan kembali rumah warga yang terbakar.

(Indra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *