Bandung Barat, aksaraharian.com — Operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), memasuki hari ketujuh pada Jumat (30/1/2026). Tim SAR gabungan kembali dikerahkan untuk melanjutkan proses pencarian dan evakuasi korban yang masih diduga tertimbun material longsoran.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Y. Bramantyo N., mengatakan seluruh personel telah dikonsolidasikan sejak pagi hari guna memastikan kesiapan pelaksanaan operasi di seluruh sektor pencarian.
Menurutnya, kondisi cuaca yang relatif lebih kondusif dibandingkan hari-hari sebelumnya diharapkan dapat mempercepat proses pencarian. Sebelumnya, hujan kerap menjadi kendala utama yang menghambat pekerjaan tim di lapangan.
“Kemarin pekerjaan di lapangan cukup terhambat oleh faktor cuaca. Mudah-mudahan hari ini kondisi lebih mendukung sehingga proses pencarian dapat dilakukan secara maksimal,” ujar Bramantyo.
Untuk mendukung percepatan evakuasi, Basarnas menambah dukungan sarana berupa dua unit alat berat jenis excavator PC 200. Alat berat tersebut difokuskan untuk membuka serta menggeser material longsoran di area strategis, khususnya di perbatasan sektor A2 dan A3 yang dinilai memiliki potensi temuan korban.
Meski terdapat penambahan alat berat, jumlah serta pembagian personel masih tetap sama seperti hari-hari sebelumnya. Pembagian sektor pencarian juga dipertahankan guna menjaga efektivitas dan koordinasi antar tim di lapangan.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan unsur masyarakat setempat terus bekerja secara intensif dengan mengedepankan keselamatan personel di tengah kondisi medan yang cukup berat.
Bramantyo pun mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan kelancaran operasi pencarian agar seluruh korban dapat segera ditemukan.
“Kami berharap proses pencarian hari ini berjalan lancar dan membuahkan hasil terbaik,” tutupnya.
(Red)













