Example floating
Example floating
Pendidikan

Ratusan Lansia di Tangerang Diwisuda, Bukti Usia Bukan Hambatan untuk Terus Belajar

7
×

Ratusan Lansia di Tangerang Diwisuda, Bukti Usia Bukan Hambatan untuk Terus Belajar

Sebarkan artikel ini

Tangerang, aksaraharian.com — Ratusan lansia di Kabupaten Tangerang menorehkan kisah inspiratif dengan resmi diwisuda sebagai lulusan Sekolah Lansia 2025. Mengenakan toga dan penuh semangat, para lansia mengikuti prosesi wisuda yang digelar di Hotel Lemo, Kecamatan Kelapa Dua, Kamis (27/11/25).

Pada acara tersebut, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Prima Saras Puspa, menyampaikan apresiasinya. Ia menegaskan bahwa program Sekolah Lansia menjadi bukti bahwa proses belajar tidak mengenal batas usia.

“Wisuda lansia ini adalah bukti bahwa usia bukanlah batasan untuk terus belajar dan berkarya. Mereka tetap semangat, produktif, dan menginspirasi kita semua,” ujar Prima.

Prima juga menyoroti peningkatan jumlah lansia sebagai peluang pembangunan. Saat ini, jumlah lansia di Kabupaten Tangerang mencapai 283.846 jiwa dengan angka harapan hidup 75 tahun, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

“Pertumbuhan penduduk lansia menjadi potensi besar. Lansia akan berdampak positif jika mereka sehat, aktif, produktif, dan mandiri. Itulah tujuan dari Sekolah Lansia,” jelasnya.

Program Sekolah Lansia merupakan bagian dari prioritas SIDAYA (Lansia Berdaya), yang mengutamakan pendekatan edukatif dan kegiatan sosial agar lansia memperoleh pembelajaran sepanjang hayat. Kabupaten Tangerang kini memiliki 290 kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) dan 16 Sekolah Lansia yang aktif di berbagai kecamatan.

Kepala DPPKB Kabupaten Tangerang, dr. Achmad Muchlis, MARS, melaporkan bahwa 100 wisudawan berasal dari empat Sekolah Lansia, masing-masing:

BKL Rembulan, Desa Mekarsari, Kecamatan Jambe

BKL Anggrek, Desa Kemuning, Kecamatan Kresek

BKL Matuga Seroja, Desa Caringin, Kecamatan Legok

BKL Hibrida, Kelurahan Kutajaya, Kecamatan Pasar Kemis

Muchlis menambahkan bahwa saat ini sudah terbentuk 14 Sekolah Lansia di Kabupaten Tangerang dan ditargetkan akan terus bertambah di desa dan kecamatan lainnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten, Rusman Efendi, menegaskan bahwa pembangunan lansia tangguh merupakan quick win menuju Indonesia Emas 2045.

“Menjadi lansia adalah fitrah. Namun menjadi lansia tidak berarti menjadi beban. Mereka dapat tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat melalui konsep SMART,” ujarnya.

Rusman juga menjelaskan tujuh dimensi lansia tangguh, yakni: spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, vokasional, dan lingkungan. Menurutnya, Sekolah Lansia bukan hanya tempat belajar, tetapi ruang membangun harga diri dan makna hidup.

Data aplikasi SIDAYA menunjukkan terdapat 35 Sekolah Lansia di Provinsi Banten dengan 1.040 peserta. Sebanyak 620 lansia sudah diwisuda, dan dengan tambahan 100 wisudawan dari Kabupaten Tangerang, total menjadi 720 lulusan hingga tahun 2025.

“Wisuda ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah wujud penghormatan kepada para lansia yang menjadi aktor penting dalam ketahanan keluarga dan pembangunan sosial,” tegasnya.

 

 

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *