TANGERANG, aksaraharian.com – UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Jayanti di bawah Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang kembali menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Gelombang I Tahun 2026. Sebanyak 128 peserta dinyatakan lolos seleksi dan resmi mengikuti program tersebut setelah melalui tahapan psikotes dan wawancara.
Program ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang siap bersaing di dunia industri.
Selama pelatihan berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti materi teori maupun praktik yang diberikan oleh instruktur. Salah satu peserta, Putri, warga Kecamatan Jayanti yang mengambil jurusan Barista, mengaku senang dapat menjadi bagian dari program tersebut.
“Materinya menyenangkan dan mudah dipahami. Suasana pelatihannya juga seru,” ujar Putri.
Ia menambahkan, selain mendapatkan keterampilan teknis, peserta juga dibekali pembinaan disiplin serta penguatan mental sebagai persiapan menghadapi dunia kerja. Fasilitas yang disediakan pun dinilai sangat mendukung, mulai dari tempat tinggal (mes), seragam pelatihan, konsumsi, hingga uang saku.
“Banyak fasilitas yang membantu kami selama pelatihan. Ini jadi pengalaman yang sangat berharga,” tambahnya.
Putri berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk bekerja atau membuka usaha mandiri di bidang kopi.
Sementara itu, Kepala BLK Jayanti, Bambang Dwi Purwanto, menjelaskan bahwa program PBK merupakan agenda rutin yang difokuskan untuk meningkatkan keterampilan para pencari kerja, khususnya masyarakat Kabupaten Tangerang.
“Pada Gelombang I tahun 2026 ini, sebanyak 128 peserta mengikuti pelatihan setelah melalui proses seleksi,” jelasnya.
Ia menyebutkan, terdapat tujuh bidang pelatihan yang tersedia pada gelombang ini, yakni Barista, Bahasa Korea, Practical Office Advance, Operator Forklift, Las Listrik, Desainer Multimedia Muda, dan Bahasa Jepang.
Sebelum memasuki pelatihan inti, peserta juga menjalani pembinaan fisik dan mental (FDM) yang bekerja sama dengan TNI. Kegiatan tersebut bertujuan membentuk karakter peserta agar lebih disiplin, solid, dan memiliki loyalitas tinggi.
“Kami ingin peserta tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga sikap disiplin dan mental yang kuat,” ujarnya.
Pihaknya berharap program ini mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Semoga para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini dengan maksimal dan menjadi tenaga kerja unggul di masa depan,” pungkasnya.
(Hnd)













