Tangerang, aksaraharian.com – Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Tangerang menggelar Rapat Kerja (Raker) yang dirangkaikan dengan diskusi publik terkait ancaman teknologi deepfake di era keterbukaan informasi.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Puncak, Bogor, Jumat (18/9/2026), tersebut menghadirkan Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhamad Amud sebagai pembicara. Diskusi membahas perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sekaligus tantangan yang dihadapi insan pers dalam menjaga akurasi informasi.
Turut hadir Direktur Visi Nusantara Subandi Musbah, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Tasripin, serta Sudirman Indra selaku penggagas Bank Air.
Dalam pemaparannya, Muhamad Amud menilai perkembangan teknologi deepfake menjadi tantangan baru bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi penyebaran konten manipulatif yang dapat menyerupai wajah, suara, maupun pernyataan seseorang.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers untuk meningkatkan literasi digital serta mencegah masyarakat mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Kehadiran teknologi deepfake ini menjadi tantangan baru bagi kita semua. Saya berharap KWRI bisa menjadi agen serta memiliki peran krusial sebagai benteng pertahanan informasi demi menjaga kondusivitas, khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang,” ujar Muhamad Amud.
Menurutnya, keberadaan wartawan memiliki peran penting dalam memberikan informasi yang akurat sekaligus membantu masyarakat membedakan informasi faktual dengan konten hasil manipulasi teknologi.
Sementara itu, Ketua DPC KWRI Kabupaten Tangerang mengatakan, pengangkatan tema deepfake dalam kegiatan Raker menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan kewaspadaan para wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Melalui diskusi ini, diharapkan wartawan yang tergabung dalam KWRI mampu mengidentifikasi produk informasi palsu dan tetap menyajikan berita yang akurat serta kredibel bagi masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Direktur Visi Nusantara Subandi Musbah menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas anggota KWRI, terutama dalam memahami nomenklatur pemerintahan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Menurut Subandi, pemahaman terhadap struktur organisasi, program kerja, hingga istilah dan tata bahasa birokrasi akan membantu wartawan menghasilkan karya jurnalistik yang lebih akurat, kritis, dan substantif.
“KWRI tidak boleh hanya sekadar menjadi penonton. Kita harus mampu menguasai dan memahami nomenklatur yang ada di setiap OPD. Ini adalah kunci agar kita bisa bergerak lebih profesional, kritis, dan kemitraan yang terjalin dengan pemerintah daerah dapat berjalan secara terukur serta substantif,” tegasnya.
Ia menambahkan, penguasaan nomenklatur OPD juga dapat memperkuat fungsi kontrol sosial yang dijalankan wartawan. Dengan memahami program dan kebijakan pemerintah secara lebih mendalam, jurnalis diharapkan mampu menyajikan informasi yang tidak hanya aktual, tetapi juga berbobot dan edukatif.
Subandi mengatakan, KWRI akan terus mendorong pembinaan serta pelatihan internal untuk meningkatkan wawasan dan kemampuan para anggotanya.
“Ke depan, KWRI berkomitmen untuk terus mengadakan pembinaan dan pelatihan internal guna memperluas wawasan para anggotanya, sekaligus memperkuat posisi KWRI sebagai salah satu organisasi pers yang disegani dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.
Rapat kerja tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk mendorong edukasi literasi digital serta menghadirkan informasi yang konstruktif, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan bagi masyarakat Kabupaten Tangerang.













