Example floating
Example floating
News

Banjir Cigudeg Bogor, 6 Desa Terdampak: 50 Warga Mengungsi, 3 Rumah Rusak Berat

×

Banjir Cigudeg Bogor, 6 Desa Terdampak: 50 Warga Mengungsi, 3 Rumah Rusak Berat

Sebarkan artikel ini
file 1776587649679 54654f3e 5e33 43c2 89b6 429b155b8d9c scaled

Bogor, aksaraharian.comBanjir melanda wilayah Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, akibat hujan deras berintensitas tinggi pada Sabtu (18/4/2026). Pemerintah Kabupaten Bogor bergerak cepat menangani kondisi darurat tersebut.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama. Ia menyebut seluruh jajaran telah dikerahkan untuk merespons bencana secara cepat dan terkoordinasi.

“Sejak laporan masuk, kami langsung mengerahkan seluruh unsur terkait untuk turun ke lapangan. Saat ini kami fokus pada keselamatan warga dan percepatan penanganan agar kondisi segera terkendali,” ujar Rudy.

Berdasarkan data Tim Reaksi Cepat (TRC) Kejadian Bencana, banjir terjadi akibat meningkatnya debit air yang menggerus tembok penahan tanah (TPT) di sejumlah titik. Kondisi tersebut menyebabkan aliran kali tersumbat dan meluap ke permukiman warga. Luapan air bahkan sempat kembali terjadi pada malam hari.

Sebanyak enam desa terdampak, yakni Desa Cintamanik, Argapura, Bangunjaya, Renggasjajar, Batujajar, dan Tegallega. Sedikitnya 50 warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan masjid terdekat.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, tercatat 25 rumah mengalami kerusakan ringan dan tiga rumah rusak berat.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Bogor, unsur kecamatan, TNI-Polri, Satpol PP, Tagana, hingga aparat desa langsung melakukan penanganan darurat di lokasi.

Upaya yang dilakukan meliputi kaji cepat, penanganan sesuai SOP kebencanaan, serta edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Penanganan instalasi listrik juga dilakukan oleh PLN guna memastikan keamanan warga.

Selain itu, distribusi bantuan untuk warga terdampak mulai dilakukan. Bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Bogor difokuskan pada kebutuhan mendesak seperti perlengkapan bayi, selimut, pakaian bersih, dan bahan pokok.

Rudy menegaskan, pemerintah daerah akan terus hadir dalam setiap kondisi darurat, termasuk menyiapkan langkah lanjutan seperti perbaikan infrastruktur dan normalisasi aliran sungai.

“Saya minta seluruh jajaran tetap siaga dan memastikan masyarakat terdampak mendapatkan penanganan terbaik. Kita hadir untuk masyarakat,” tegasnya.

 

(Hnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *