Example floating
Example floating
News

Bupati Tangerang Tanam Bambu di RTH Cisoka, Awali Pengembangan Ruang Terbuka Hijau Berbasis Lingkungan

9
×

Bupati Tangerang Tanam Bambu di RTH Cisoka, Awali Pengembangan Ruang Terbuka Hijau Berbasis Lingkungan

Sebarkan artikel ini

Tangerang, aksaraharian.com — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melakukan penanaman bambu di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Cisoka, Rabu (21/1/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Penanaman bambu ini menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mengembangkan RTH berbasis bambu yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Pembangunan ruang terbuka hijau ke depan akan menjadi fokus pemerintah daerah dan dilaksanakan secara merata di seluruh kecamatan.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, RTH Bambu Cisoka nantinya tidak hanya berfungsi sebagai ruang hijau, tetapi juga sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan.

“Alhamdulillah, sesuai dengan RPJMD yang telah ditetapkan, kita fokus membangun ruang terbuka hijau di seluruh kecamatan. Hari ini kita mulai dari Kecamatan Cisoka dengan penanaman bambu di area yang telah dipersiapkan. Ke depan, kawasan ini akan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang terbuka publik untuk wisata, pengembangan UMKM, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan RTH berbasis bambu sejalan dengan prioritas pelestarian lingkungan di Kabupaten Tangerang. Bambu dipilih karena memiliki nilai ekologis yang tinggi sekaligus menjadi ciri khas daerah.

“Pelestarian lingkungan menjadi prioritas utama pembangunan daerah, khususnya pelestarian bambu yang merupakan ciri khas Kabupaten Tangerang. Bahkan bambu menjadi bagian dari identitas kita yang tertanam dalam logo Kabupaten Tangerang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang Erwin Mawandi menyampaikan bahwa bambu memiliki nilai sejarah, budaya, dan identitas yang kuat bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Menurutnya, pengembangan RTH bambu juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi kreatif dan industri kreatif lokal.

“Bambu merupakan sejarah, identitas, dan budaya Kabupaten Tangerang. Bahkan tertanam di dalam logo daerah. Hari ini kita bersepakat bahwa kejayaan bambu yang dahulu menjadi identitas kita harus dibangkitkan kembali,” ungkap Erwin.

Ia menjelaskan, pengembangan RTH Bambu Cisoka akan dilakukan secara bertahap. Saat ini pemerintah daerah masih melakukan pematangan lahan, kemudian dilanjutkan dengan penanaman bambu setiap bulan dengan varietas yang berbeda.

“Sekarang sudah ada 17 varietas bambu dan setiap bulan akan kita tambah koleksinya. Pada APBD Perubahan nanti, sarana prasarana pendukung seperti area parkir, gerbang, sarana UMKM, jogging track, toilet, dan musholla juga akan disiapkan. Target kami, akhir tahun 2026 kawasan ini sudah berfungsi dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Erwin menekankan bahwa bambu tidak hanya berfungsi sebagai elemen ruang terbuka hijau, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

“Selain sebagai RTH, bambu memiliki banyak manfaat, terutama dari sisi ekonomi kreatif. Pada tahun 1920-an, topi bambu dari Kabupaten Tangerang sudah diekspor ke Eropa dan hingga kini para pengrajinnya masih ada,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang pun optimistis RTH Bambu Cisoka dapat dinikmati masyarakat secara optimal pada awal tahun 2027, baik untuk kepentingan wisata, ekonomi kreatif, maupun edukasi lingkungan.

“Pada tahun 2026 juga ditargetkan pembangunan enam RTH di kecamatan lainnya. Sesuai RPJMD, di akhir masa jabatan Pak Bupati, seluruh 29 kecamatan akan memiliki ruang terbuka hijau dengan bambu sebagai identitas masing-masing kecamatan,” pungkasnya.

(Hnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *