Example floating
Example floating
News

Wali Kota Bandung Soroti 7.119 Kasus Perceraian di Bandung, Tekankan Ketahanan Keluarga dan Integritas

6
×

Wali Kota Bandung Soroti 7.119 Kasus Perceraian di Bandung, Tekankan Ketahanan Keluarga dan Integritas

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, aksaraharian.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti tingginya angka perceraian di Kota Bandung yang dinilai masih menjadi tantangan serius bagi ketahanan sosial masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Farhan saat memimpin Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (9/2/2026).

Berdasarkan data Kementerian Agama, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 7.119 kasus perceraian di Kota Bandung. Meski jumlah tersebut turun sekitar 100 kasus dibandingkan tahun sebelumnya, Farhan menilai angkanya masih tergolong tinggi.

“Saya membaca berbagai macam laporan, di antaranya dari Kementerian Agama, angka 7.119 kasus perceraian di tahun 2025 walaupun turun sekitar 100 kasus, masih menunjukkan angka yang tinggi,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga dan menjaga keharmonisan rumah tangga. Menurutnya, setiap pasangan pasti menghadapi dinamika dan tantangan dalam kehidupan berumah tangga.

“Saya tidak bisa menyangkal bahwa dalam mengelola rumah tangga kita selalu ada tantangan,” katanya.

Farhan menekankan pentingnya memahami karakteristik masing-masing keluarga serta menyelesaikan persoalan dengan komunikasi yang baik dan komitmen bersama. Ia optimistis, dengan pendekatan tersebut angka perceraian dapat ditekan.

“Pelajarilah karakteristik setiap keluarga, jalankan dengan sebaik-baiknya, selesaikan semua masalah. Insya Allah tahun 2026 kasus perceraian di Pengadilan Agama Kota Bandung pun akan menurun,” ucapnya.

Menurut Farhan, upaya menekan perceraian bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari menjaga keharmonisan “keluarga besar” bernama Kota Bandung. Ketahanan keluarga dinilai sebagai fondasi penting dalam menciptakan stabilitas sosial di tengah berbagai dinamika kehidupan.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya integritas bagi seluruh aparatur dan masyarakat. Farhan menegaskan bahwa integritas tidak hanya berlaku dalam menjalankan tugas pemerintahan, tetapi juga dalam kehidupan pribadi, termasuk membina keluarga.

“Satu, integritas. Saya ulang ya, integritas. Sekali lagi, ini integritas. Jaga, karena jabatan adalah amanah,” tegasnya.

Pemkot Bandung, lanjut Farhan, berkomitmen terus mendorong berbagai program pembinaan keluarga, edukasi pranikah, serta penguatan nilai-nilai kerukunan. Langkah tersebut diharapkan mampu menurunkan angka perceraian sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat pada 2026.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *