Example floating
Example floating
NewsPendidikan

Wabup Tangerang Buka Sinergi Lintas Sektor Pencegahan Radikalisme di SMA/SMK, Tekankan Pendidikan Karakter dan Literasi Digital

13
×

Wabup Tangerang Buka Sinergi Lintas Sektor Pencegahan Radikalisme di SMA/SMK, Tekankan Pendidikan Karakter dan Literasi Digital

Sebarkan artikel ini

Tangerang, aksaraharian.com – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, secara resmi membuka kegiatan Sinergi Lintas Sektor Pencegahan Radikalisme bagi peserta didik SMA/SMK sederajat se-Kabupaten Tangerang. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang (Puspemkab) Tigaraksa, Selasa (3/2/2026).

Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa pendidikan karakter, keteladanan, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan menjadi benteng utama dalam mencegah masuknya paham radikalisme di kalangan generasi muda.

“Benteng terbaik untuk melawannya adalah pendidikan karakter, keteladanan, dan penguatan nilai kebangsaan. Untuk pencegahan paham radikalisme masuk ke anak-anak kita, khususnya di tingkat SMA, kegiatan ini melibatkan guru dan murid dengan berbagai narasumber yang berkompeten,” ujar Intan.

Ia menjelaskan, radikalisme tidak selalu muncul dalam bentuk kekerasan, namun sering masuk secara halus melalui informasi menyesatkan, ujaran kebencian, hingga ajakan yang seolah-olah paling benar. Karena itu, pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dan melibatkan banyak pihak.

Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dunia pendidikan, keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, serta para pelajar itu sendiri sebagai kelompok yang rentan terpapar.

“Radikalisme sering kali masuk secara halus melalui informasi menyesatkan, ujaran kebencian, serta ajakan yang dibungkus seolah-olah paling benar. Ini tugas kita bersama untuk mencegahnya,” tegasnya.

Selain penguatan karakter, Intan juga menekankan pentingnya literasi digital di era teknologi saat ini. Ia menilai penyebaran paham radikal, hate speech, dan konten intoleran banyak terjadi melalui media sosial dan perangkat digital yang digunakan sehari-hari oleh pelajar.

“Kita tidak bisa membatasi anak-anak mengakses informasi digital. Yang bisa kita lakukan adalah memberikan pemahaman agar mereka bijak menggunakan media sosial. Apa yang diunggah, dibagikan, dan diserap harus dipikirkan matang karena ujaran kebencian saja sudah melanggar undang-undang,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut sinergi lintas sektor menjadi kunci terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, serta bebas dari pengaruh intoleransi dan radikalisme.

“Ketika pemerintah, sekolah, orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pelajar berjalan bersama, maka ruang bagi paham yang merusak persatuan akan semakin sempit,” tambahnya.

Wabup berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan berjenjang sebagai langkah pencegahan dini, sehingga para pelajar memiliki pemahaman kuat dan mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.

“Anak-anakku semua adalah estafet kepemimpinan bangsa. Masa depan daerah dan negara ada di pundak kalian. Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut agar paham radikalisme tidak masuk sama sekali di Kabupaten Tangerang,” tuturnya.

Kegiatan tersebut diikuti guru pendamping dan perwakilan siswa SMA/SMK se-Kabupaten Tangerang. Hadir pula narasumber dari unsur Densus 88, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta lembaga sosial tingkat Provinsi Banten sebagai bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan radikalisme di lingkungan pendidikan.

(Hnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *