Example floating
Example floating
News

Viral Makanan Berbelatung di SDN Cisarandi 1 Cianjur, Dinkes Temukan Kekurangan Dapur SPPG

8
×

Viral Makanan Berbelatung di SDN Cisarandi 1 Cianjur, Dinkes Temukan Kekurangan Dapur SPPG

Sebarkan artikel ini
IMG 20260410 WA0037

CIANJUR, aksaraharian.com — Temuan makanan berbelatung dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Cisarandi 1, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, viral di media sosial dan memicu perhatian publik. Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Satgas MBG bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Pangan langsung melakukan investigasi ke dapur penyedia makanan, Jumat (10/4).

Pemeriksaan difokuskan pada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memproduksi ribuan porsi makanan bagi siswa. Langkah ini dilakukan untuk menelusuri penyebab munculnya belatung sekaligus memastikan standar keamanan pangan dalam program MBG terpenuhi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr. I Made Setiawan, mengungkapkan hasil pemeriksaan awal menemukan sejumlah kekurangan fasilitas pada dapur SPPG. Di antaranya, belum optimalnya sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), ruang pengemasan, serta ruang pencucian peralatan dapur.

“Ada beberapa fasilitas yang harus segera diperbaiki agar sesuai dengan standar regulasi keamanan pangan,” ujarnya saat peninjauan, Kamis (9/4).

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti munculnya belatung. Saat ini, tim masih mendalami seluruh proses, mulai dari pengolahan, pengemasan hingga distribusi makanan MBG.

Dinkes juga menyoroti adanya ketidaksesuaian menu dalam video yang beredar. Berdasarkan keterangan pihak SPPG, menu pada hari kejadian seharusnya terdiri dari tahu, ayam, sayuran, dan buah. Sementara dalam video terlihat menu telur goreng yang diduga mengandung belatung.

Pihak SPPG menyebut menu telur hanya disajikan sehari sebelumnya dalam bentuk telur rebus bumbu kari. Dari total 2.299 porsi yang didistribusikan, disebutkan hanya terdapat satu paket makanan yang berbeda.

“Hal ini masih kami telusuri untuk memastikan apakah terjadi kesalahan distribusi atau faktor lain,” kata dr. Made.

Pemerintah daerah menegaskan investigasi akan dilakukan secara menyeluruh. Hasilnya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah perbaikan hingga kemungkinan sanksi bagi penyedia jika ditemukan kelalaian.

Kesimpulan akhir dari kasus ini direncanakan diumumkan dalam waktu dekat.

Sementara itu, Kepala SDN Cisarandi 1, Muhamad Saepudin, menyatakan pihak sekolah memilih bersikap bijak dan tidak ingin memperkeruh situasi.

“Kami berharap ada perbaikan dari pihak dapur agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

Meski menimbulkan polemik, program MBG di Cianjur tetap berjalan dengan pengawasan lebih ketat. Pemerintah memastikan kualitas gizi dan keamanan makanan bagi siswa tetap menjadi prioritas utama.

(Indra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *