Example floating
Example floating
UncategorizedNews

Peringatan Hari Ibu, TP PKK Kabupaten Bogor Ajak Perkuat Peran Perempuan dalam Pembangunan

31
×

Peringatan Hari Ibu, TP PKK Kabupaten Bogor Ajak Perkuat Peran Perempuan dalam Pembangunan

Sebarkan artikel ini

Bogor, aksaraharian.com — Peringatan Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember menjadi momentum refleksi sejarah sekaligus penguatan peran perempuan dalam pembangunan nasional. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bogor, Eva Rudy Susmanto, mengajak masyarakat memaknai Hari Ibu tidak hanya sebagai penghormatan terhadap peran ibu dalam keluarga, tetapi juga sebagai pengakuan atas peran strategis perempuan bagi bangsa dan negara.

Eva menegaskan, Hari Ibu memiliki makna yang luas dan mendalam. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap peran ibu, peringatan ini juga merupakan simbol kebangkitan, persatuan, dan kesatuan perjuangan perempuan Indonesia yang tidak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa.

“Hari Ibu merupakan simbol kebangkitan, persatuan, dan kesatuan perjuangan perempuan Indonesia,” ujar Eva.

Melalui momentum Hari Ibu, Eva mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mewarisi nilai perjuangan dan semangat persatuan perempuan Indonesia sebagai kekuatan dalam mengisi kemerdekaan dan mendorong pembangunan nasional.

Ia menambahkan, penguatan peran perempuan menjadi salah satu kunci penting dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dalam kesempatan tersebut, Eva juga mengulas sejarah panjang Hari Ibu yang berakar dari Kongres Perempuan Indonesia Pertama pada 22–25 Desember 1928 di Yogyakarta. Kongres tersebut menjadi tonggak persatuan organisasi perempuan Indonesia dan melahirkan Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI) sebagai federasi mandiri.

“PPPI memperjuangkan harkat dan martabat bangsa serta mengangkat derajat perempuan agar menjadi perempuan yang maju dan berdaya,” jelasnya.

Perjuangan perempuan Indonesia terus berkembang hingga Kongres Perempuan Indonesia Kedua pada 1935 yang menempatkan perempuan sebagai ibu bangsa, dengan peran penting dalam mendidik dan membentuk generasi penerus yang berkarakter dan berkesadaran kebangsaan.

Puncak pergerakan perempuan Indonesia terjadi pada Kongres Perempuan Indonesia Ketiga di Bandung pada 1938, yang menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu. Penetapan tersebut kemudian diperkuat melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur.

Seiring perjalanan waktu, pada 1946 Badan Kongres Perempuan Indonesia berkembang menjadi Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) yang hingga kini terus berkiprah memperjuangkan aspirasi dan pemberdayaan perempuan Indonesia.

 

 

(Source : Diskominfo Kabupaten Bogor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *