Example floating
Example floating
NewsPeristiwa

Pengendara Motor Diduga Terseret Arus di Kali Cipendawa Cianjur, Pencarian Dilanjutkan Senin Pagi

11
×

Pengendara Motor Diduga Terseret Arus di Kali Cipendawa Cianjur, Pencarian Dilanjutkan Senin Pagi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260329 WA0020

Cianjur | aksaraharian.com – Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus deras di aliran Kali Cipendawa, Jalan Raya Cipanas, sekitar Restoran Naga Cipendawa, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Minggu, 29 Maret 2026, sekitar pukul 17.15 WIB.

Korban disebut mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi D 2613 KL. Berdasarkan informasi awal, peristiwa itu diduga bermula dari kecelakaan tunggal di sekitar lokasi kejadian.

Saat insiden terjadi, kondisi aliran sungai dilaporkan sedang meluap akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Cipanas dan sekitarnya. Dalam situasi itu, korban diduga terbawa masuk ke aliran sungai dan terseret arus.

Relawan dari Energi Relawan Indonesia (ERI) bersama unsur relawan lain langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga. Mereka melakukan pencarian awal dengan menyisir aliran sungai di sekitar titik kejadian.

Relawan ERI, Aher, mengatakan timnya bergerak cepat setelah menerima informasi mengenai adanya pengendara yang diduga hanyut.

“Kami menerima laporan adanya kecelakaan tunggal dan diduga pengendaranya terbawa arus sungai yang saat itu debit air cukup besar. Kami bersama relawan lainnya langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan BPBD, Damkar, serta pihak terkait untuk melakukan pencarian,” kata Aher.

Menurut dia, penyisiran dilakukan dengan menelusuri aliran sungai hingga ke arah perbatasan Gadog. Namun, hingga pencarian awal dihentikan, korban belum ditemukan.

Aher mengatakan, berdasarkan keterangan saksi mata, korban diduga masuk ke aliran Sungai Ciguntur, yang merupakan bagian dari sistem aliran Kali Cipendawa.

“Saksi menyebut korban terbawa arus dari arah Cianjur menuju Cipanas,” ujarnya.

Sementara itu, Pusdalops BPBD Kabupaten Cianjur, Slamet Suherlan, mengatakan pencarian sementara dihentikan karena kondisi cuaca dan medan yang dinilai tidak aman untuk operasi malam hari.

Menurut Slamet, lokasi pencarian memiliki kontur yang cukup terjal, sementara jarak pandang pada malam hari sangat terbatas. Di saat bersamaan, hujan masih turun di sekitar lokasi, sehingga berpotensi meningkatkan debit air dari hulu.

“Medan cukup terjal dan visibilitas terbatas. Selain itu, saat ini juga masih turun hujan di lokasi sehingga dikhawatirkan debit air dari hulu meningkat dan dapat membahayakan tim pencari,” kata dia.

Pencarian, kata Slamet, akan dilanjutkan pada Senin pagi, 30 Maret 2026, dengan melibatkan unsur gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Damkar, dan relawan.

“Besok pagi pencarian akan dilanjutkan dengan melibatkan BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Damkar serta relawan dengan menurunkan sekitar lima hingga sepuluh personel dari BPBD,” ujarnya.

Keterangan senada disampaikan Kapolsek Pacet AKP Amir Said. Ia mengatakan, polisi bersama relawan telah melakukan penyisiran awal sejauh kurang lebih satu kilometer dari titik kejadian.

“Dari adanya laporan orang yang diduga hanyut terbawa arus sungai, kami bersama relawan telah melakukan penyisiran sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian. Namun karena kondisi cuaca tidak memungkinkan, pencarian akan dilanjutkan besok pagi mulai pukul 08.00 WIB bersama Basarnas dan BPBD,” kata Amir.

Tim gabungan berencana memfokuskan pencarian dari titik awal korban diduga jatuh hingga ke aliran sungai yang mengarah ke hilir.

Di tengah proses pencarian itu, BPBD Kabupaten Cianjur mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pengguna jalan yang melintas di jalur Puncak Bogor–Cianjur. Cuaca di wilayah Cianjur dan sebagian Jawa Barat masih berpotensi hujan, yang dapat memicu banjir, longsor, maupun peningkatan debit sungai secara mendadak.

(Indra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *