Example floating
Example floating
NewsPeristiwa

Pasutri Terseret Arus di Cipanas Cianjur, Ditemukan Terpisah hingga Waduk Cirata

13
×

Pasutri Terseret Arus di Cipanas Cianjur, Ditemukan Terpisah hingga Waduk Cirata

Sebarkan artikel ini
IMG 20260330 WA0037

Cianjur| aksaraharian.com – Sepasang suami istri yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Cipanas-Puncak, Kabupaten Cianjur, ditemukan meninggal dunia usai diduga hanyut terbawa arus saluran air saat hujan deras, Minggu (29/3/2026) petang.

Korban sebelumnya dilaporkan terjatuh bersama sepeda motor ke saluran air besar di wilayah Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, saat kondisi jalan licin dan dipenuhi genangan.

Kapolres Cianjur Ahmad Alexander Yurikho Hadi mengatakan, peristiwa itu bermula ketika pasangan tersebut melintas dari arah Bogor menuju Sumedang dengan mengendarai sepeda motor.

“Korban diduga mencoba mendahului kendaraan lain dengan mengambil jalur berlawanan. Namun karena kondisi jalan licin dan tergenang air, motor kehilangan kendali lalu masuk ke saluran air,” kata Ahmad, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, motor korban terlihat tergelincir sebelum akhirnya masuk ke drainase besar di tepi jalan.

Arus air yang deras membuat kedua korban bersama kendaraan langsung terseret ke aliran yang terhubung ke sungai.

“Sepeda motor sempat ditemukan lebih dulu karena tersangkut di saluran drainase. Sementara kedua korban terus terbawa arus,” ujarnya.

Setelah menerima laporan, tim gabungan dari kepolisian, SAR, BPBD, Basarnas, aparat desa, dan relawan langsung melakukan pencarian sejak Minggu malam.

Korban laki-laki ditemukan lebih dulu pada Minggu malam di wilayah Desa Majalaya, Kabupaten Cianjur. Sedangkan korban perempuan ditemukan pada Senin siang di kawasan Waduk Cirata, tepatnya di Desa Kamurang, Kecamatan Cikalongkulon.

“Jarak penemuan korban cukup jauh dari lokasi awal kejadian. Korban laki-laki ditemukan sekitar 30 kilometer dari titik awal, sedangkan korban perempuan ditemukan lebih jauh hingga ke kawasan Cirata,” kata Ahmad.

Menurut dia, derasnya arus air akibat hujan lebat menjadi faktor utama yang membuat kedua korban terseret hingga puluhan kilometer.

“Saluran air di lokasi memang langsung terhubung ke aliran sungai, sehingga arusnya sangat kuat saat hujan deras,” ucapnya.

Saat ini, kedua jenazah telah dievakuasi ke RSUD Kabupaten Cianjur untuk proses identifikasi dan pemeriksaan medis lebih lanjut.

“Petugas masih melakukan verifikasi identitas korban dan berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk proses pengenalan jenazah,” tuturnya.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur gabungan yang terlibat dalam pencarian korban sejak malam hingga proses evakuasi selesai dilakukan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim gabungan yang telah membantu proses pencarian dan evakuasi korban,” katanya.

Polisi juga mengungkapkan, saat ditemukan kondisi kedua jenazah cukup memprihatinkan.

“Kedua jenazah ditemukan dalam kondisi tidak berbusana, diduga akibat kuatnya arus air saat korban terbawa hanyut,” pungkasnya.

(Indra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *