Example floating
Example floating
Daearah

Mudik Lebaran 2026: Sejumlah Jalur Nontol di Jawa Barat Diprediksi Macet, Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

17
×

Mudik Lebaran 2026: Sejumlah Jalur Nontol di Jawa Barat Diprediksi Macet, Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Sebarkan artikel ini
1773099613 gerbang tol palimanan pengawasan selama mudik 2021

BANDUNG | aksaraharian.com – Sejumlah jalur utama non tol di Jawa Barat diperkirakan akan mengalami kemacetan pada arus mudik dan arus balik Idul fitri 2026. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat bersama aparat kepolisian dan instansi terkait menyiapkan berbagai langkah rekayasa lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, mengatakan beberapa jalur yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan di antaranya ruas Simpang Jomin–Simpang Mutiara hingga Cikopo. Pada titik tersebut, Dishub Jabar bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) akan menutup 47 putaran balik (u-turn) dan hanya membuka delapan titik putaran balik untuk memperlancar arus lalu lintas.

Selain itu, jalur Ciawi–Cibadak–Sukabumi juga diprediksi mengalami kepadatan kendaraan. Untuk mengurangi kemacetan, kepolisian akan menindak kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga ke atas yang melintas pada masa puncak arus mudik dan arus balik. Pemerintah daerah juga akan menertibkan parkir liar serta pedagang kaki lima yang berjualan di badan jalan.

Kemacetan juga diperkirakan terjadi di jalur Ciawi–Simpang Gadog menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Di jalur wisata tersebut, kepolisian akan menerapkan sistem ganjil genap serta rekayasa lalu lintas satu arah (one way) pada waktu tertentu.

Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan menertibkan aktivitas masyarakat yang dinilai mengganggu arus lalu lintas agar kepadatan kendaraan tidak semakin panjang.

Dishub Jabar juga mengantisipasi potensi kemacetan di Simpang Susun Cileunyi dan kawasan Nagreg di Kabupaten Bandung. Upaya yang disiapkan antara lain menyiapkan alat pembaca kartu tol elektronik portabel atau mobile reader untuk mempercepat transaksi kendaraan.

“Selain itu, menyiapkan papan informasi tambahan apabila dilakukan pengalihan arus ke Tol Cisumdawu,” ujar Dhani, Senin (9/3/2026).

Selain titik-titik tersebut, jalur Limbangan–Malangbong dan Gentong di wilayah Priangan Timur juga diprediksi mengalami kepadatan kendaraan. Satpol PP akan menertibkan aktivitas masyarakat di sepanjang jalur tersebut guna mengurangi potensi kemacetan.

Adapun jalur lain yang diperkirakan mengalami kepadatan kendaraan yakni ruas Pelumbon–Kadawung–Cirebon. Pemerintah daerah setempat akan melakukan penertiban parkir di bahu jalan serta pedagang kaki lima yang berjualan di badan jalan.

“Pemda akan menertibkan parkir di pinggir jalan dan pedagang kaki lima di badan jalan untuk menurunkan tingkat kemacetan di Pelumbon–Kadawung–Cirebon,” kata Dhani.

Jalur Alternatif Mudik

Untuk menghindari kemacetan di jalur utama, pemudik juga disarankan memanfaatkan sejumlah jalur alternatif yang telah disiapkan di berbagai wilayah Jawa Barat.

Di wilayah utara Jawa Barat, terdapat delapan jalur alternatif yang bisa dilalui, di antaranya Sukamandi–Kalijati sepanjang 22 kilometer, Pamanukan–Subang (31 kilometer), Kadipaten–Jatitujuh–Jatibarang (40,7 kilometer), serta Haurgeulis–Patrol (19 kilometer).

Selain itu terdapat pula jalur Cikamurang–Jangga (35 kilometer), Budur–Tegalgubug–Jagapura–Mundu (32 kilometer), Losari–Ciledug–Cidahu–Kuningan (95 kilometer), dan Cirebon–Sumber–Rajagaluh–Majalengka sepanjang 32 kilometer.

Sementara di jalur tengah Jawa Barat tersedia empat jalur alternatif, yakni Subang–Lembang–Bandung (41 kilometer), Sumedang–Jalan Cagak–Wanayasa–Purwakarta (85 kilometer), Talaga–Bantarujeg–Wado–Sumedang (79 kilometer), serta Kuningan–Cikijing–Majalengka–Kadipaten sepanjang 45 kilometer.

  • Adapun di wilayah selatan Jawa Barat terdapat lima jalur alternatif yang dapat dimanfaatkan pemudik, yakni Garut–Banyuresmi–Leuwigoong–Kadungora–Cijapati–Majalaya–Bandung (78 kilometer), Sasak Beusi–Cibatu–Leles (19 kilometer), Banjar–Manonjaya–Tasikmalaya (44 kilometer), Malangbong–Wado (15 kilometer), serta Parakan Muncang–Warung Simpang sepanjang 9 kilometer.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Jawa Barat dapat berjalan lebih lancar dan aman bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *