Example floating
Example floating
Peristiwa

Longsor Terjang Pasirlangu KBB, 8 Warga Tewas, Puluhan Rumah Tertimbun

69
×

Longsor Terjang Pasirlangu KBB, 8 Warga Tewas, Puluhan Rumah Tertimbun

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260124 230102 WhatsApp

Bandung Barat, aksaraharian.comBencana tanah longsor menerjang Kampung Pasir Kuning, RW 10 dan 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Peristiwa ini mengakibatkan puluhan rumah warga tertimbun material longsor serta menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 30 rumah terdampak dengan total 113 jiwa dari sekitar 34 kepala keluarga (KK). Delapan orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah korban lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengatakan longsor dipicu curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari terakhir.

“Kejadiannya diawali suara gemuruh. Warga mendengar gemuruh, lalu tiba-tiba terjadi banjir besar yang membawa material longsor dan menimbun rumah-rumah warga,” ujar Jeje saat meninjau lokasi kejadian.

Hingga kini, proses pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan. Aparat gabungan dari TNI, Polri, BPBD, perangkat desa, kecamatan, serta relawan dikerahkan untuk mengevakuasi korban dan membersihkan material longsor.

“Fokus utama kita adalah pencarian korban yang masih hilang dan penyelamatan warga terdampak. Semua unsur terlibat untuk mempercepat proses evakuasi,” tegasnya.

Namun, upaya pencarian sempat dihentikan sementara saat hujan kembali turun demi menghindari potensi longsor susulan. Keselamatan petugas dan warga menjadi prioritas utama dalam operasi tersebut.

“Tadi sempat hujan, jadi kita berhenti dulu. Menurut informasi dari BMKG, potensi hujan masih cukup tinggi hingga Februari, sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan,” tambah Jeje.

Melihat besarnya dampak bencana, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat resmi menetapkan status darurat bencana. Penetapan ini dilakukan guna mempercepat penanganan, koordinasi lintas sektor, serta pemenuhan kebutuhan dasar para korban.

Posko darurat telah didirikan di sekitar lokasi kejadian. Warga yang selamat sementara diungsikan, sebagian menumpang di rumah kerabat, dan sebagian lainnya ditempatkan di fasilitas pengungsian yang disiapkan pemerintah.

Pemkab Bandung Barat juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi. Warga diminta segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau kondisi berbahaya.

Proses evakuasi dan pendataan korban hingga kini masih terus berlangsung.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *