Example floating
Example floating
News

Lagi dan lagi Genangan Diduga Limbah B3 Muncul Lagi, DLHK Tangerang Dipertanyakan

39
×

Lagi dan lagi Genangan Diduga Limbah B3 Muncul Lagi, DLHK Tangerang Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260407 WA0019
Poto Genangan yang diduga Limbah B3 Jenis Oli di kawasan Olek Desa Pasir Bolang, Kecamatan Tigarakasa, Kab. Tangerang (dok. aksaraharian /Red).

Tangerang, aksaraharian.com — Genangan cairan hitam yang diduga limbah oli bekas kembali ditemukan menutupi badan jalan di Jalan Astor menuju kawasan Olek, Desa Pasir Bolang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Temuan ini memicu sorotan dari kalangan aktivis lingkungan yang menilai pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, harus segera turun tangan.

Ubay, aktivis pemerhati lingkungan, mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang agar sigap meninjau langsung ke lokasi dan melakukan investigasi menyeluruh.

“Kalau benar ini limbah oli bekas, tentu tidak bisa dianggap sepele. Harus segera dicek, ditelusuri sumbernya dari mana, dan bila terbukti berasal dari aktivitas perusahaan, harus ada tindakan tegas,” kata Ubay kepada wartawan, Selasa (07/04/26).

Menurut dia, keberadaan cairan yang diduga limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di ruang publik bukan hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi mencemari lingkungan sekitar dan membahayakan pengguna jalan.

Ubay menilai, peristiwa ini bukan yang pertama. Ia mengingatkan bahwa bulan lalu dugaan pencemaran serupa juga sempat terjadi di kawasan Olek SKL. Karena itu, ia mempertanyakan keseriusan pengawasan dari instansi terkait.

“Ini bukan kejadian baru. Bulan lalu juga ada dugaan limbah B3 di kawasan Olek SKL. Sekarang muncul lagi di lokasi yang masih satu kawasan. Pertanyaannya, ada apa dengan pengawasan dinas terkait?” ujarnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan genangan cairan berwarna gelap menutupi sebagian ruas jalan, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi warga dan pengendara yang melintas. Selain licin dan berisiko menyebabkan kecelakaan, cairan tersebut juga diduga dapat meresap ke tanah atau terbawa aliran air saat hujan.

Aktivis lingkungan mendesak agar pemerintah tidak berhenti pada pembersihan semata. Menurut mereka, yang lebih penting adalah mengungkap pihak yang diduga membuang limbah secara sembarangan dan memastikan kejadian serupa tidak berulang.

Sejumlah warga pun berharap ada langkah cepat dari pemerintah daerah. Mereka meminta agar lokasi segera diperiksa, sampel cairan diuji di laboratorium, dan hasilnya diumumkan secara terbuka kepada publik.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari DLHK Kabupaten Tangerang terkait dugaan genangan limbah oli bekas tersebut.

(Hnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *