Example floating
Example floating
PEMERINTAHAN

Kolaborasi Besar! Bogor dan Jawa Barat Teken MoU Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Hijau

20
×

Kolaborasi Besar! Bogor dan Jawa Barat Teken MoU Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Hijau

Sebarkan artikel ini

Subang, aksaraharian.com — Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan Pemerintah Kota Bogor. Kegiatan berlangsung di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Rabu (3/12/25).

MoU tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat penanganan sampah perkotaan melalui penerapan teknologi ramah lingkungan yang mampu mengolah sampah menjadi energi listrik. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan solusi permanen atas persoalan persampahan yang kian meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyambut baik kerja sama tiga pemerintah daerah tersebut. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai komitmen nyata menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“Semoga langkah ini menjadi ikhtiar terbaik bagi lingkungan serta masa depan yang bersih, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujar Rudy.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan secara parsial. Menurutnya, kolaborasi antardaerah menjadi kunci dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah terpadu yang dapat memberikan manfaat jangka panjang.

Melalui kerja sama ini, Pemprov Jawa Barat bersama Pemkab dan Pemkot Bogor berkomitmen mempercepat implementasi teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi daerah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Kolaborasi lintas daerah ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lain di Jawa Barat maupun daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Di tempat yang sama, Sekda Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menilai MoU tersebut sebagai inisiatif besar untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secara signifikan.

“Kerja sama ini membuka peluang percepatan pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan, yang bukan hanya meningkatkan efisiensi penanganan sampah, tetapi juga berkontribusi pada ketersediaan energi berkelanjutan bagi masyarakat,” imbuhnya.

 

 

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *