Bandung, aksaraharian.com – Pasokan komoditas pangan di Jawa Barat dipastikan mencukupi bahkan surplus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. Sejumlah bahan pokok strategis seperti beras, jagung, daging sapi/kerbau, daging ayam, hingga cabai rawit tercatat melebihi kebutuhan konsumsi dalam tiga bulan ke depan, mulai Februari hingga April 2026.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat, Linda Al Amin, menyebutkan ketersediaan beras menjadi yang paling dominan. Dalam periode tersebut, stok beras mencapai 3,1 juta ton, sedangkan kebutuhan masyarakat sekitar 1,5 juta ton.
“Artinya ada surplus cukup besar, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras,” ujar Linda, Jumat (6/2/2026).
Tak hanya beras, jagung juga mencatatkan kelebihan pasokan. Dari kebutuhan 325.471 ton, persediaan mencapai 493.153 ton.
Sementara itu, permintaan daging sapi dan kerbau yang biasanya melonjak saat Lebaran juga dipastikan terpenuhi. Stok tercatat 60.448 ton, lebih tinggi dibanding kebutuhan 39.815 ton.
Untuk daging ayam, angkanya bahkan lebih signifikan. Ketersediaan mencapai 392.609 ton, sedangkan kebutuhan hanya 211.051 ton.
“Daging ayam surplus. Insyaallah aman,” kata Linda.
Komoditas cabai rawit yang kerap memicu lonjakan harga saat hari besar keagamaan pun dalam kondisi terkendali. Stok tercatat 55.688 ton, sementara kebutuhan hanya 35.483 ton.
Linda menambahkan, proyeksi surplus tersebut diperkuat dengan neraca pangan Januari 2026 yang menunjukkan kondisi positif pada sedikitnya 12 komoditas utama, termasuk beras, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, daging ayam, dan daging sapi.
Sebagai langkah menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat juga akan menggulirkan program Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini akan digelar di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Melalui operasi pasar tersebut, pemerintah berharap harga tetap terkendali serta masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
Dengan stok yang aman dan intervensi pasar yang disiapkan, Pemprov Jabar optimistis kebutuhan pangan warga selama momen Ramadan dan Lebaran dapat terpenuhi tanpa gejolak berarti.
(Source : Humas Jabar)













