Example floating
Example floating
NewsPeristiwa

Diskominfo Jabar Pasang Internet Satelit di Lokasi Longsor Cisarua, Dinsos Periksa Mental 105 Pengungsi

13
×

Diskominfo Jabar Pasang Internet Satelit di Lokasi Longsor Cisarua, Dinsos Periksa Mental 105 Pengungsi

Sebarkan artikel ini

Bandung Barat, aksaraharian.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mengintensifkan penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dengan menghadirkan dukungan teknologi komunikasi, layanan psikososial, hingga proses identifikasi korban oleh tim forensik.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat memasang dua unit jaringan internet berbasis satelit di sekitar lokasi terdampak longsor guna memastikan kelancaran komunikasi dan pengolahan data selama operasi tanggap darurat.

Kepala Diskominfo Jawa Barat, Adi Komar, mengatakan kehadiran jaringan internet tersebut sangat membantu koordinasi antarpetugas di lapangan.

“Kami menghadirkan jaringan internet yang stabil sehingga memudahkan penanganan longsor. Dengan koneksi ini, komunikasi dan pengolahan data berjalan lancar,” ujar Adi di Desa Pasirlangu, Senin (26/1/2026).

Tak hanya itu, Diskominfo juga mengerahkan drone untuk mengambil gambar udara area longsor. Data visual tersebut akan diolah menjadi peta digital sebagai dasar analisis dan pengambilan kebijakan pemerintah daerah dalam proses evakuasi dan pemulihan.

Sebagai pusat informasi, Diskominfo turut membuka posko komunikasi di Kantor Desa Pasirlangu. Posko ini bertujuan menyediakan informasi resmi dan akurat bagi masyarakat guna mencegah penyebaran kabar simpang siur selama masa darurat.

Di sisi lain, Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Barat melalui Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) memberikan perhatian pada kondisi mental para penyintas. Sebanyak 105 pengungsi di Aula dan GOR Desa Pasirlangu menjalani pemeriksaan kesehatan mental.

Ketua Tim Pelayanan dan Pemulihan Sosial, Rudy, menjelaskan pemeriksaan menggunakan instrumen Self Reporting Questionnaire 20 (SRQ-20) untuk mendeteksi tingkat stres, kecemasan, dan potensi gangguan psikologis pascabencana.

“Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui kondisi psikologis penyintas, mulai dari remaja hingga lansia, agar bisa diberikan pendampingan yang tepat,” katanya.

Selain kesehatan mental, kondisi fisik para pengungsi juga dipantau oleh Dinas Kesehatan Jawa Barat, Kementerian Kesehatan, serta relawan mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani.

Sementara itu, operasi pencarian korban masih terus berlangsung. Pada hari ketiga pencarian, tim SAR gabungan menyerahkan sembilan kantong jenazah tambahan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menyebutkan sejak Sabtu (24/1/2026) hingga Senin (26/1/2026), total 34 kantong jenazah telah diserahkan untuk proses identifikasi.

“Dari jumlah tersebut, 17 korban telah berhasil teridentifikasi,” ungkap Ade.

Ia menambahkan, operasi pencarian akan berlangsung selama 14 hari sejak penetapan status tanggap darurat bencana, dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan.

Upaya terpadu dari berbagai instansi ini diharapkan mampu mempercepat proses evakuasi, pemulihan, serta memastikan kebutuhan informasi dan kesehatan para penyintas tetap terpenuhi di tengah situasi darurat.

Source : Humas Jabar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *