Example floating
Example floating
Sosial

Bupati Tangerang Turun Langsung ke Lokasi Banjir Taman Cikande, Masak dan Makan Bersama Warga

14
×

Bupati Tangerang Turun Langsung ke Lokasi Banjir Taman Cikande, Masak dan Makan Bersama Warga

Sebarkan artikel ini

Tangerang, aksaraharian.com — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung lokasi banjir di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Jumat (16/1/26). Dalam kunjungannya, Bupati tidak hanya menyerahkan bantuan logistik, tetapi juga turut memasak di dapur umum dan makan bersama warga terdampak banjir.

Bupati Tangerang hadir didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, serta Camat Jayanti. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Tangerang tersebut disambut hangat oleh masyarakat setempat yang sejak beberapa hari terakhir terdampak banjir.

“Hari ini kami bersama Kepala BPBD, Pak Kadis Bina Marga, dan Pak Camat bisa bertemu langsung dengan masyarakat di Perumahan Taman Cikande untuk melihat secara langsung kondisi banjir yang terjadi di wilayah ini,” ujar Bupati Maesyal Rasyid di sela-sela kunjungannya.

Dalam dialog bersama warga, Bupati menyampaikan sejumlah usulan penanganan banjir yang disampaikan masyarakat, di antaranya pembangunan tanggul di Sungai Cidurian serta pembuatan pintu air antara Sungai Cidurian dan Sungai Parung Ceri.

“Tadi sudah disampaikan oleh warga bahwa salah satu penanganannya adalah pembangunan tanggul di Sungai Cidurian dan pembuatan pintu air antara Sungai Cidurian dengan Sungai Parung Ceri. Permohonan ini akan segera kami bahas dan tindak lanjuti yang terbaik untuk masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pembangunan tanggul dan pintu air tersebut memerlukan izin dan koordinasi lebih lanjut dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), mengingat kewenangan sungai besar berada di pemerintah pusat. Meski demikian, Pemkab Tangerang akan terus berupaya agar pembangunan tersebut dapat direalisasikan secepat mungkin.

“Mudah-mudahan ini bisa kita lakukan di tahun 2026, paling lambat 2027. Kami mohon doa dari masyarakat agar upaya ini bisa segera terealisasi sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Bupati Maesyal Rasyid juga menyampaikan bahwa dalam lima hari terakhir pihaknya terus turun langsung ke berbagai wilayah terdampak banjir di Kabupaten Tangerang, seperti Kosambi, Teluknaga, Kresek, Pakuhaji, hingga Jayanti.

“Kami tidak hanya datang bertemu warga lalu pulang, tetapi benar-benar mendengarkan aspirasi masyarakat dan menindaklanjutinya,” tegasnya.

Secara keseluruhan, banjir melanda 24 kecamatan di Kabupaten Tangerang yang mencakup 119 desa dan kelurahan, dengan jumlah warga terdampak sekitar 14 ribu kepala keluarga atau 62 ribu jiwa. Kondisi tersebut, menurut Bupati, menjadi tanggung jawab bersama seluruh unsur pemerintahan dan pemangku kepentingan.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa penanganan banjir harus dilakukan secara lintas sektor sesuai kewenangan masing-masing.

“Kami terus berkoordinasi dengan BBWS C3 karena sungai-sungai besar dan anak sungainya merupakan kewenangan pemerintah pusat. Untuk drainase perumahan dan anak sungai kecil, itu menjadi kewenangan pemerintah daerah dan akan terus kami tangani,” jelasnya.

Iwan menambahkan, banjir tidak hanya disebabkan oleh persoalan drainase, tetapi juga alih fungsi lahan, berkurangnya daerah tangkapan air di wilayah hulu, serta perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan.

“Solusi ke depan bukan hanya normalisasi sungai, tetapi juga pembangunan kolam retensi di wilayah hulu dan tengah. Selain itu, masyarakat juga harus mulai lebih peduli terhadap lingkungannya masing-masing,” pungkasnya.

(Hnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *