Example floating
Example floating
News

Bupati Tangerang Tinjau Banjir di Nyompok Girang, Jembatan Nyompok Girang Terendam Luapan Sungai Cidurian

18
×

Bupati Tangerang Tinjau Banjir di Nyompok Girang, Jembatan Nyompok Girang Terendam Luapan Sungai Cidurian

Sebarkan artikel ini

Tangerang, aksaraharian.com – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung lokasi banjir di Kampung Nyompok Girang, Desa Nyompok Girang, Kecamatan Cisoka, Jumat (23/1/2026). Banjir akibat luapan anak Sungai Cidurian tersebut menyebabkan akses warga terputus karena jembatan penghubung terendam air.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Iwan Firmansyah, BPBD, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Camat Cisoka, serta Kepala Desa setempat. Selain memantau kondisi lapangan, rombongan juga menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.

Bupati Maesyal Rasyid menjelaskan, intensitas hujan tinggi yang terjadi selama beberapa hari terakhir menyebabkan debit Sungai Cidurian meningkat hingga meluap dan menenggelamkan jembatan yang telah berusia belasan tahun itu.

“Hujan beberapa hari ini intens dan durasinya lama, sehingga menimbulkan luapan air dari Sungai Cidurian. Akibatnya jembatan di Kampung Nyompok Girang berada di bawah air dan akses masyarakat terputus,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, Pemkab menyalurkan bantuan kebutuhan pokok karena aktivitas warga lumpuh akibat terputusnya akses transportasi.

“Masyarakat tidak bisa beraktivitas, mau belanja pun sulit. Maka kami bersama BPBD membawa logistik untuk kebutuhan sehari-hari serta menyiapkan posko kesehatan,” ungkapnya.

Sementara untuk jangka panjang, Pemkab berencana membangun kembali jembatan dengan elevasi yang lebih tinggi dan sejajar dengan jalan permukiman agar tetap dapat dilalui saat banjir.

“Insyaallah jembatan akan kita bangun dengan ketinggian yang sama dengan jalan pemukiman. Mudah-mudahan tahun 2026 ini segera direalisasikan,” jelas Maesyal.

Selain infrastruktur, Pemkab juga akan memberikan bantuan kepada petani yang terdampak, terutama lahan persawahan yang terendam hingga mengalami puso.

“Dinas Pertanian akan membantu kelompok tani yang sawahnya tertutup air dan mengalami gagal panen,” tambahnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem serta membatasi aktivitas, khususnya saat melintasi area yang terendam banjir.

“Untuk sementara perahu akan kita siagakan. Aktivitas sebaiknya pagi sampai sore saja, jangan malam hari,” pesannya.

Sementara itu, Plh Sekda Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah menegaskan bahwa jembatan tidak mengalami kerusakan struktural. Akses terputus semata-mata karena posisi jembatan berada di bawah permukaan air saat sungai meluap.

“Yang terputus itu aksesnya, bukan jembatannya rusak. Jembatan masih ada, hanya terendam air,” jelas Iwan.

Ia menambahkan, Pemkab Tangerang telah mengalokasikan anggaran tahun 2026 untuk peninggian jembatan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

“Sudah kita anggarkan pembangunan jembatan yang lebih tinggi, supaya saat air meluap, jembatan tetap aman dilalui masyarakat,” pungkasnya.

Pemkab Tangerang melalui OPD terkait akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.

(Hnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *