TANGERANG, aksaraharian.com – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan penanaman bibit jagung hibrida secara serentak di Desa Ranca Iyuh, Kecamatan Panongan, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tanam Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Acara ini dihadiri langsung oleh Kapolri dan diikuti secara virtual oleh sejumlah daerah di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, program penanaman jagung hibrida merupakan langkah proaktif pemerintah daerah dalam menghadapi ketidakpastian kondisi global yang berdampak pada ketahanan pangan.
Ia menjelaskan bahwa konflik internasional yang terjadi saat ini turut memengaruhi rantai pasok ekspor-impor serta distribusi pangan dunia. Selain itu, potensi musim panas ekstrem juga menjadi tantangan yang perlu diantisipasi bersama.
“Dunia sedang tidak baik-baik saja. Ada peperangan yang berdampak pada ekonomi dan tertundanya distribusi pangan. Kita juga harus mengantisipasi musim panas ekstrem. Oleh karena itu, kita harus mandiri secara pangan,” ujar Maesyal.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Kejaksaan, dan DPRD, untuk menjaga stabilitas serta ketahanan pangan masyarakat melalui berbagai program pertanian.
“Melalui keberlanjutan program menanam padi bersama TNI dan jagung hibrida bersama Polri, saya optimistis ketersediaan pangan bagi masyarakat akan tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global,” katanya.
Bupati juga mengajak para pemilik lahan di Kabupaten Tangerang untuk memanfaatkan lahan produktif yang belum digunakan agar dapat diolah oleh kelompok tani sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemilik lahan, Edi Setiawan, yang telah memberikan izin kepada kelompok tani untuk memanfaatkan lahannya sebagai lokasi penanaman jagung.
“Kami berterima kasih kepada pemilik lahan yang telah mengizinkan tanahnya dimanfaatkan. Daripada dibiarkan menganggur, lebih baik ditanami jagung oleh kelompok tani. Hasilnya bisa dijual atau dikonsumsi untuk meningkatkan gizi masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, Bupati Maesyal juga mengapresiasi inisiatif Kapolresta Tangerang beserta jajarannya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui penanaman jagung hibrida.
“Mudah-mudahan dengan ketahanan pangan yang kuat, masyarakat menjadi sehat dan mampu menjalankan kehidupan sehari-hari dengan lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol. M. Indra Waspada menjelaskan bahwa program ketahanan pangan tersebut merupakan implementasi dari program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Ia menyebutkan bahwa di wilayah hukum Polresta Tangerang yang mencakup 19 kecamatan, pihaknya menargetkan perluasan lahan tanam pada kuartal pertama tahun ini.
“Saat ini kita menjalankan program satu desa dua hektare, dan ada penambahan dua hektare lagi di tiap kecamatan pada kuartal tahun ini. Kami berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat agar swasembada pangan dapat tercapai,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kapolresta mengatakan bahwa jagung hibrida dipilih karena difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak nasional. Hasil panennya nantinya tidak akan dijual secara bebas, melainkan disalurkan melalui mekanisme resmi.
“Hasil panen dari jagung hibrida ini akan kami laporkan dan disalurkan ke Bulog untuk ditampung. Ini merupakan tanggung jawab bersama antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat demi menjaga ketersediaan pangan,” pungkasnya.
(Hnd)













