Example floating
Example floating
PEMERINTAHAN

Bupati Tangerang Dukung Percepatan Pengolahan Sampah Jadi Listrik, Siap Kolaborasi dengan Pusat dan Pemprov

5
×

Bupati Tangerang Dukung Percepatan Pengolahan Sampah Jadi Listrik, Siap Kolaborasi dengan Pusat dan Pemprov

Sebarkan artikel ini
IMG 20260327 WA0017

Tangerang | aksaraharian.com – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyatakan Pemerintah Kabupaten Tangerang siap berkolaborasi dalam percepatan program pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

Hal itu disampaikan Maesyal saat menghadiri kegiatan bersama Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol di Aula KP3B, Serang, Jumat (27/3/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi Banten dengan Pemerintah Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang terkait penyelenggaraan pengelolaan sampah menjadi energi listrik. Agenda kemudian dilanjutkan dengan rapat percepatan PSEL untuk wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Maesyal mengatakan, persoalan sampah merupakan tantangan bersama yang harus ditangani secara kolaboratif dan terintegrasi.

“Pemerintah Kabupaten Tangerang sangat mendukung dan siap berkolaborasi dalam percepatan program pengelolaan sampah menjadi energi listrik ini sebagai solusi jangka panjang yang berkelanjutan,” kata Maesyal.

Ia menegaskan, Pemkab Tangerang berkomitmen memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan, baik dari sisi administrasi maupun kesiapan lokasi, agar program tersebut dapat segera berjalan.

“Kami juga siap mempercepat proses yang masih berjalan, termasuk penyelesaian administrasi. Harapannya, program ini dapat segera terealisasi sehingga mampu mengurangi beban sampah sekaligus memberikan manfaat energi bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain mendorong pembangunan fasilitas pengolahan sampah, Maesyal juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dari hulu. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh sarana dan prasarana, tetapi juga kesadaran masyarakat.

Ia menilai edukasi terkait kebiasaan membuang sampah pada tempatnya serta pemilahan sampah organik dan anorganik harus terus diperkuat.

“Selain pembangunan sarana dan prasarana, edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan memilah sampah organik maupun anorganik juga menjadi kunci keberhasilan. Dengan begitu, pengelolaan sampah akan lebih efektif dan efisien,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol menilai kolaborasi antarwilayah di Provinsi Banten, khususnya kawasan Serang Raya-Cilegon dan Tangerang Raya, menjadi langkah strategis dalam menyelesaikan persoalan sampah secara nasional.

Menurut Hanif, dua kawasan tersebut menyumbang lebih dari 5.000 ton sampah per hari, sehingga diperlukan langkah konkret melalui pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.

“Dua kawasan ini berkontribusi lebih dari 5.000 ton sampah per hari yang akan diselesaikan melalui fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik. Ini merupakan langkah konkret dalam mendukung target nasional penyelesaian sampah,” ujar Hanif.

Ia menambahkan, pemerintah pusat saat ini mendorong percepatan penyelesaian berbagai persyaratan administrasi dan teknis agar pembangunan fasilitas PSEL bisa segera direalisasikan.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan persoalan sampah merupakan isu serius yang harus ditangani bersama secara berkelanjutan, tidak hanya oleh pemerintah dan masyarakat, tetapi juga dunia usaha.

Menurut Andra, rata-rata setiap warga Banten menghasilkan sekitar 0,7 kilogram sampah per hari. Dengan jumlah penduduk yang besar, kondisi itu menjadi tantangan serius yang harus dijawab melalui sistem pengelolaan yang modern dan terpadu.

“Setiap masyarakat di Banten memproduksi sekitar 0,7 kilogram sampah per hari. Dengan jumlah penduduk yang besar, ini menjadi tantangan yang harus segera kita selesaikan melalui sistem pengelolaan yang modern dan terpadu,” ungkapnya.

Ia berharap program pengolahan sampah menjadi energi listrik bisa segera terealisasi, sehingga pemerintah daerah dapat lebih fokus pada penanganan sampah dari hulu, termasuk edukasi dan pembinaan masyarakat.

“Saya berharap program ini dapat terealisasi secepatnya, sehingga pemerintah daerah pun dapat lebih fokus dalam penanganan sampah, termasuk edukasi dan pembinaan kepada masyarakat,” pungkasnya.

(Hnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *