Cianjur| aksaraharian.com – Warga Kampung Cisewu, Desa Ciramagirang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, digegerkan oleh penemuan seorang bayi perempuan yang masih hidup di sela rumpun bambu, Senin, 30 Maret 2026, sekitar pukul 17.35 WIB.
Bayi itu pertama kali ditemukan dua warga setempat, Lisnawati, 40 tahun, dan Asam, 60 tahun, saat melintas di sekitar lokasi. Keduanya sempat mendengar suara mencurigakan sebelum mendekat dan mendapati seorang bayi tergeletak di antara batang-batang bambu.
“Alhamdulillah bayi ditemukan dalam keadaan sehat. Kalau kami terlambat menemukannya, kami tidak tahu bagaimana nasib bayi malang ini,” kata Lisnawati saat ditemui di lokasi.
Menurut keterangan warga, bayi tersebut diduga baru saja dilahirkan. Saat ditemukan, kondisinya masih hidup dan bernapas. Namun, pada bagian tali ari-arinya masih menempel dan belum mendapat penanganan medis.
Petugas kemudian membawa bayi itu ke Puskesmas Cikalongkulon untuk mendapatkan pertolongan. Dari pemeriksaan awal, bayi berjenis kelamin perempuan itu memiliki berat badan sekitar 2,1 kilogram dengan panjang tubuh sekitar 46 sentimeter.
Kapolsek Cikalongkulon AKP Arif Timtim Firmanto mengatakan bayi ditemukan dalam kondisi hidup, meski bagian tali ari-arinya sudah dihinggapi belatung. Karena itu, bayi harus segera mendapatkan perawatan medis intensif.
“Bayi ditemukan dalam keadaan hidup dan sehat. Namun pada bagian tali ari-arinya terdapat belatung, sehingga bayi langsung dibawa ke Puskesmas Cikalongkulon untuk mendapatkan penanganan medis dari tenaga kesehatan,” ujar Arif.
Kepolisian kini menyelidiki dugaan pembuangan bayi tersebut. Sejumlah keterangan dari warga sekitar mulai dikumpulkan untuk menelusuri siapa orang tua bayi dan bagaimana bayi itu bisa berada di lokasi.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan informasi dari masyarakat agar segera diketahui siapa orang tua bayi ini. Kami juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait agar segera melapor kepada pihak kepolisian,” kata Arif.
Kasus ini menjadi perhatian warga setempat. Polisi berharap identitas ibu kandung bayi dapat segera diketahui agar motif di balik peristiwa tersebut terungkap.
“Kami berharap kasus ini segera terungkap dan dapat diketahui siapa ibu kandung bayi tersebut,” kata Arif.
Penemuan bayi hidup di tempat terbuka itu menambah daftar kasus penelantaran anak yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Di tengah respons cepat warga dan petugas kesehatan, penyelidikan kini menjadi kunci untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa itu.
(Indra)













