CIANJUR | aksaraharian.com – Banjir yang kerap terjadi di Jalan Makam Pahlawan, Cipanas, Kabupaten Cianjur, kembali dikeluhkan warga. Genangan air yang muncul saat hujan deras disebut semakin parah dan mengganggu aktivitas masyarakat di jalur samping Pasar Cipanas hingga akses menuju Kampung Lambau, Rabu (25/3/2026).
Jalur tersebut merupakan salah satu akses penting dengan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi. Namun, setiap kali hujan turun, air kerap meluap ke badan jalan hingga menyebabkan arus lalu lintas terganggu.
Warga menilai banjir berulang itu dipicu oleh buruknya sistem drainase, ukuran gorong-gorong yang terlalu kecil, tumpukan sampah, hingga keberadaan kabel di dalam saluran air yang memperparah penyumbatan.
Dede (45), seorang tukang ojek yang biasa mangkal di sekitar Prapatan Pasar Cipanas, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung lama namun belum mendapatkan penanganan yang maksimal.
“Setiap hujan pasti banjir. Dari Lebaran pertama sampai sekarang belum ada perbaikan. Air tidak mengalir karena gorong-gorong kecil, tersumbat sampah, dan ada kabel juga di dalamnya,” ujar Dede.
Menurutnya, genangan air yang terus berulang bukan hanya mengganggu pengguna jalan, tetapi juga berisiko merusak fasilitas jalan dan memperburuk kondisi lingkungan sekitar.
Selain berdampak pada lalu lintas, banjir juga dirasakan langsung oleh para pelaku usaha yang beraktivitas di sekitar Pasar Cipanas. Salah satunya Gunawan, pemilik usaha servis jam, yang mengaku pendapatannya menurun saat banjir datang.
“Kalau banjir, pelanggan jadi sepi. Orang malas berhenti karena jalan tergenang. Kadang air juga masuk ke kios,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Nunuh (50), pengemudi ojek lainnya. Ia menyebut banjir di jalur samping Pasar Cipanas telah menjadi persoalan rutin yang belum terselesaikan hingga kini.
“Kalau hujan deras, air cepat naik karena saluran tidak cukup. Kami berharap ada perbaikan sebelum makin parah,” ucapnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan penanganan menyeluruh. Mereka mendesak adanya normalisasi drainase, pelebaran gorong-gorong, serta penertiban kabel yang dinilai menghambat aliran air.
Jika tidak segera ditangani, warga khawatir banjir musiman di kawasan Cipanas akan terus berulang dan menimbulkan dampak yang lebih luas, baik terhadap aktivitas masyarakat, arus transportasi, maupun perekonomian warga sekitar.
(Indra)













