Tangerang, aksaraharian.com – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Parahu 2, Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, Selasa (6/10/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan optimal, higienis, serta sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Dalam kunjungannya, Bupati Maesyal didampingi jajaran Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Puskesmas, Camat Sukamulya, dan Kepala Desa Parahu. Mereka melihat secara langsung seluruh tahapan operasional SPPG, mulai dari persiapan bahan makanan, proses pengolahan, penerapan standar kebersihan hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.
“Alhamdulillah, hari ini kami bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Puskesmas, Pak Camat dan Pak Kepala Desa melihat secara langsung operasional SPPG di Desa Parahu. Alur-alurnya sudah dijelaskan dan sesuai dengan SOP. Sertifikat higienis dari Dinas Kesehatan juga sudah keluar,” ujar Maesyal.
Menurutnya, SPPG Parahu 2 saat ini melayani sekitar 2.500 penerima manfaat yang terdiri dari balita, anak-anak sekolah jenjang TK, SD dan SMP, hingga ibu hamil.
Untuk memastikan makanan sampai dalam kondisi baik, distribusi dilakukan menggunakan armada khusus dengan waktu tempuh maksimal sekitar 15 menit menuju titik penerima manfaat.
Makanan MBG dikemas menggunakan wadah ompreng yang setelah digunakan akan ditarik kembali untuk dibersihkan dan digunakan kembali. Pengambilan wadah dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB setelah makanan selesai dikonsumsi.
Selain memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, keberadaan SPPG juga dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga. SPPG Parahu 2 yang dikelola oleh Laras tersebut mempekerjakan sebanyak 43 warga lokal.
“Dengan hadirnya SPPG ini, masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan kini mendapatkan kesempatan bekerja. Ini menjadi roda perekonomian di tingkat desa dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan cerdas melalui asupan gizi yang terjamin,” katanya.
Maesyal berharap SPPG Parahu 2 dapat menjadi contoh bagi SPPG lainnya di Kabupaten Tangerang, khususnya dalam menjaga kebersihan, kerapian alur kerja, ketepatan distribusi, serta membangun kolaborasi dengan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan menu yang disajikan memenuhi kebutuhan gizi para penerima manfaat.
“Yang paling penting adalah bagaimana program ini terus berjalan dengan baik, makanannya bergizi, prosesnya higienis, distribusinya tepat waktu, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, salah seorang relawan SPPG Parahu, Indah Fitriani, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari pelaksanaan program MBG. Selain memperoleh pekerjaan, penghasilan yang diterimanya juga dinilai membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Alhamdulillah, saya bisa bekerja di SPPG ini. Penghasilannya cukup lumayan dan sangat membantu untuk menghidupi keluarga. Saya sangat bersyukur Bapak Presiden mempunyai program MBG ini, karena kami masyarakat yang sebelumnya tidak bekerja akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan tetap,” ungkapnya.
Saat ini, Kabupaten Tangerang tercatat memiliki sekitar 316 unit SPPG yang telah tersertifikasi. Dengan rata-rata penyerapan sekitar 40 tenaga kerja di setiap unit, keberadaan SPPG diperkirakan telah membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar 12.000 tenaga kerja lokal.













