Example floating
Example floating
Sosial

PMI Kabupaten Bekasi Operasikan Water Treatment, Produksi Air Bersih Capai 100 Ribu Liter per Hari

×

PMI Kabupaten Bekasi Operasikan Water Treatment, Produksi Air Bersih Capai 100 Ribu Liter per Hari

Sebarkan artikel ini
id13610 Compress 20260907 203616 6638

Bekasi, aksaraharian.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi mengoperasikan water treatment untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi.

Fasilitas pengolahan air tersebut memanfaatkan sumber air dari Telaga Hejo, Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru. Sumber air dipilih setelah melalui pemeriksaan laboratorium dan dinilai memiliki kualitas yang cukup baik untuk diolah menjadi air bantuan bagi masyarakat.

Humas PMI Kabupaten Bekasi, Achmad Syarif, mengatakan Telaga Hejo menjadi salah satu sumber air yang dinilai layak untuk mendukung produksi air bersih.

“Water treatment yang dipakai PMI Kabupaten Bekasi saat ini mengambil sumber air untuk dijernihkan sehingga bisa langsung diberikan kepada warga. Sumber airnya kita ambil dari Telaga Hejo, Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru,” ujar Syarif saat ditemui di Tegal Kadu, Senin (7/9/2026).

Menurut Syarif, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan sumber air tersebut tidak ditemukan kontaminasi dan memiliki tingkat kejernihan yang cukup baik.

“Secara kejernihan juga bagus. Makanya kita gunakan untuk diolah dan kemudian dibagikan kepada masyarakat,” katanya.

Meski hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi sumber air cukup baik, PMI tetap melakukan proses pengamanan tambahan dengan memberikan klorin. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu membunuh mikroorganisme yang masih mungkin terdapat di dalam air, termasuk bakteri Escherichia coli (E. coli).

“Kalau secara keamanan, dari laboratorium PMI, kita coba kasih klorin untuk membunuh kuman-kuman yang ada di airnya, salah satunya bakteri E. coli,” jelasnya.

Syarif menjelaskan, proses pengolahan air dimulai dengan menyedot air dari Telaga Hejo menggunakan pompa. Air kemudian dialirkan menuju tampungan awal atau union tank sebelum memasuki tahap filtrasi.

“Pertama kita ambil atau sedot dari Telaga Hejo sebagai sumber air, kemudian kita masukkan ke tampungan pertama. Di sana ada union tank yang secara teknis digunakan untuk penampungan awal,” terangnya.

Dari union tank, air selanjutnya dialirkan menuju mesin filtrasi untuk menjalani proses penyaringan. Mesin tersebut merupakan peralatan milik PMI Pusat yang dipinjamkan untuk mendukung pelayanan air bersih di wilayah Serang Baru.

“Dari penampungan pertama, kita filtrasi menggunakan mesin filtrasi. Mesin ini milik PMI Pusat, kita pinjam dan bawa ke Serang Baru untuk melakukan penyaringan,” ujarnya.

Setelah melalui proses filtrasi, air ditampung di water blender. Selanjutnya, air dialirkan menuju tangki-tangki penyimpanan sebelum didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Setelah difiltrasi, air kita tampung di water blender sebelum kemudian kita naikkan ke tangki-tangki air,” kata Syarif.

Tangki penampungan yang digunakan dapat berasal dari PMI maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). PMI juga membuka peluang penggunaan tangki milik masyarakat, instansi maupun perusahaan yang ingin membantu.

“Bisa menggunakan tangki air PMI, bisa juga tangki air BPBD. Kalau ada tangki masyarakat yang ingin membantu, itu juga bisa digunakan. Dan bagi instansi atau perusahaan yang mau menyumbang tangki atau galon PMI siap menerimanya,” tuturnya.

Dalam satu rangkaian pengolahan, mulai dari penyedotan sumber air hingga penampungan akhir, membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga jam.

“Dari mulai disedot sampai tempat penampungan terakhir, sekitar dua sampai tiga jam sudah penuh dan bisa digunakan,” ungkap Syarif.

Adapun kapasitas produksi water treatment PMI Kabupaten Bekasi mencapai minimal 50 ribu liter air per hari. Jika seluruh sistem dioperasikan secara maksimal dan didukung ketersediaan tangki serta armada distribusi, produksinya dapat mencapai sekitar 100 ribu liter per hari.

“Dalam sekali proses, minimal kita bisa 50 ribu liter dalam sehari. Kalau dimaksimalkan, biasanya sekitar 100 ribu liter,” jelasnya.

Namun, kapasitas produksi tidak hanya bergantung pada kemampuan mesin. Ketersediaan tempat penampungan dan armada distribusi juga menjadi faktor penting.

“Kalau penampungan sudah penuh, kita langsung naikkan ke armada dulu supaya kapasitas penampungannya bisa kembali tersedia,” katanya.

Operasional water treatment tersebut telah berlangsung selama lima hari hingga Senin (7/9/2026). Pengoperasian fasilitas ini menjadi salah satu upaya PMI Kabupaten Bekasi membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan.

Syarif memastikan air yang akan didistribusikan telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari pemilihan sumber air, penampungan awal, filtrasi hingga pengamanan menggunakan klorin.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan keamanan air sebelum dikonsumsi.

“Jadi sumber airnya kita pastikan terlebih dahulu, kemudian melalui proses filtrasi dan pengamanan dengan klorin sebelum akhirnya didistribusikan kepada masyarakat. Jangan lupa bagi masyarakat yang akan mengkonsumsinya air terlebih dahulu dimasak,” pungkasnya.

(Source : Diskominfo Kab. Bekasi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *