Example floating
Example floating
News

Wabup Intan Dorong Kolaborasi Posyandu dan Dunia Usaha Tekan Stunting di Kabupaten Tangerang

×

Wabup Intan Dorong Kolaborasi Posyandu dan Dunia Usaha Tekan Stunting di Kabupaten Tangerang

Sebarkan artikel ini
IMG 20260812 WA0022

Tangerang, aksaraharian.com – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menghadiri kegiatan Program Kerja Sama Forum Kader Posyandu (FKP) Kabupaten Tangerang bersama Yayasan Sahabat Keluarga Lippo Karawaci dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan kecerdasan balita melalui Posyandu.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Banten Faizal, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Capt. Fikri Faiz, Director Governance and Relationship TMD LippoLand, Ketua Forum Bidan Kabupaten Tangerang Adhe, Sekcam Curug beserta jajaran Forkopimcam Curug, kader Posyandu serta masyarakat.

Dalam sambutannya, Wabup Intan mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tangerang, Forum Kader Posyandu, tenaga kesehatan, dunia usaha dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak.

“Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak bisa bekerja sendirian. Kerja sama antara kader Posyandu, pihak swasta, pemerintah dan masyarakat harus terus kita kuatkan. Dengan bergerak bersama, berbagai persoalan kesehatan masyarakat akan lebih mudah kita atasi,” ujar Intan.

Menurutnya, Posyandu memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai sarana memantau tumbuh kembang anak, mendeteksi masalah kesehatan sejak dini, memberikan edukasi kepada orang tua, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi dan pola hidup sehat.

Ia juga menilai kader Posyandu merupakan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Jangan pernah merasa pengabdian yang dilakukan adalah pekerjaan kecil. Setiap anak yang tumbuh sehat, setiap orang tua yang mendapatkan edukasi, dan setiap masalah kesehatan yang dapat dideteksi lebih awal merupakan bagian dari kontribusi besar para kader dalam membangun masa depan Kabupaten Tangerang,” katanya.IMG 20260812 WA0023

Intan mengungkapkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan per Juli 2026, masih terdapat anak yang terindikasi stunting di sejumlah wilayah. Di Kecamatan Curug tercatat sekitar 448 anak, sementara di Kecamatan Kelapa Dua sekitar 344 anak.

Karena itu, Pemkab Tangerang terus mendorong berbagai langkah kolaboratif untuk menekan angka stunting, termasuk mencegah munculnya kasus baru dan memastikan anak yang telah terindikasi stunting dapat kembali tumbuh serta berkembang secara optimal.

“Kita terus berupaya maksimal dan memperluas cakupan target. Kita berharap sampai akhir masa jabatan, stunting bisa turun sampai zero stunting. Kalau bisa tidak ada kasus baru di Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan TMD LippoLand, Darwin, mengatakan bantuan yang diberikan berupa timbangan balita, seragam kader Posyandu, susu, makanan tambahan, bubur kacang hijau, pisang, biskuit dan berbagai makanan bergizi lainnya.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekaligus dukungan terhadap program Pemkab Tangerang dalam menekan angka stunting.

“Ini merupakan bentuk perhatian kami kepada pemerintah daerah dan warga sekitar untuk membantu pemerintah menurunkan angka stunting. Mudah-mudahan dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain yang ada di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Darwin menambahkan, TMD LippoLand menargetkan bantuan tersebut dapat menjangkau sekitar 20 hingga 30 Posyandu dan diharapkan dapat diperluas hingga 40 Posyandu di wilayah sekitar Lippo Village dan Park Serpong.

Anggota DPRD Provinsi Banten, Faizal, turut mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menilai kepedulian dunia usaha terhadap masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan, perlu terus didorong agar semakin banyak perusahaan berkontribusi terhadap lingkungan di sekitarnya.

“Kita ingin kegiatan seperti ini menjadi contoh bagi pelaku usaha dan investor lainnya untuk bersama-sama peduli terhadap masyarakat sekitar, terutama dalam bidang kesehatan, pendidikan dan bidang sosial lainnya,” tuturnya.

Melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, kader Posyandu dan masyarakat, upaya pencegahan serta penanganan stunting di Kabupaten Tangerang diharapkan semakin optimal dan mampu mewujudkan generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *