Tangerang, aksaraharian.com – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri kegiatan Wisuda ASI dalam rangka memperingati Pekan Menyusui Sedunia 2026 tingkat Kabupaten Tangerang yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Kamis (6/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 250 bayi hadir bersama orang tuanya. Dari jumlah itu, 132 bayi menerima sertifikat Wisuda ASI setelah dinyatakan berhasil mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan sesuai anjuran.
“Alhamdulillah hari ini kami hadir bersama dalam rangka memperingati Pekan Menyusui Sedunia Tahun 2026 tingkat Kabupaten Tangerang. Ada 250 bayi yang hadir dan 132 bayi menerima sertifikat Wisuda ASI karena telah mendapatkan ASI eksklusif sesuai ketentuan. Seluruh bayi yang hadir juga kami berikan suplemen dan makanan tambahan untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatannya,” kata Maesyal Rasyid.
Ia menjelaskan, program Wisuda ASI telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan dan akan terus digelar setiap tahun sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak.
Menurutnya, pemberian ASI eksklusif merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
“Kami doakan seluruh bayi tumbuh sehat. Mereka inilah yang kelak akan menjadi pemimpin di masa depan. Jika sejak dini kesehatannya terjaga, maka derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Tangerang juga akan terus meningkat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga mengimbau para orang tua, khususnya ibu yang memiliki bayi dan balita, agar rutin memanfaatkan layanan Posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Saya mohon kepada ibu-ibu agar rajin membawa anak ke Posyandu. Di sana pertumbuhan dan perkembangan anak akan dipantau oleh petugas kesehatan dan kader Posyandu. Kalau ada masalah kesehatan bisa segera diketahui dan ditangani sejak dini,” tuturnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan rutin di Posyandu penting untuk memastikan berat badan, tinggi badan, status gizi, serta perkembangan anak sesuai dengan usianya. Selain itu, Posyandu juga menjadi tempat bagi orang tua untuk berkonsultasi mengenai pemberian ASI, makanan pendamping ASI (MPASI), hingga pemenuhan gizi anak.
Maesyal kembali menegaskan pentingnya pemberian ASI hingga usia dua tahun yang disertai pemberian MPASI sejak bayi berusia enam bulan agar kebutuhan gizi anak terpenuhi secara optimal.
“Pemberian ASI sesuai anjuran hingga usia dua tahun ini sangat penting bagi tumbuh kembang bayi. Jangan lupa juga memberikan makanan pendamping ASI setelah bayi berusia enam bulan, agar kebutuhan gizi anak terpenuhi secara optimal,” pungkasnya.













