Example floating
Example floating
Ekonomi

Harga Cabai Merah Tanjung di Cianjur Tembus Rp80 Ribu per Kilogram, Pasokan Terganggu Cuaca

×

Harga Cabai Merah Tanjung di Cianjur Tembus Rp80 Ribu per Kilogram, Pasokan Terganggu Cuaca

Sebarkan artikel ini
IMG 20260805 WA0012

Cianjur, aksaraharian.com – Harga cabai merah tanjung di Pasar Muka, Kabupaten Cianjur, melonjak hingga Rp80.000 per kilogram pada Rabu (5/8/2026). Kenaikan ini menjadi yang tertinggi dibandingkan komoditas pangan lainnya dan diduga dipicu terganggunya pasokan akibat kondisi cuaca di daerah sentra produksi.

Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) hingga pukul 11.20 WIB, cabai merah tanjung mengalami lonjakan paling signifikan. Sementara itu, cabai merah keriting naik dari Rp40.000 menjadi Rp45.000 per kilogram, sedangkan cabai hijau juga mengalami kenaikan sekitar Rp5.000 per kilogram.

Kepala Pasar Muka Cianjur, Asep Hermawan, mengatakan kenaikan harga cabai dipengaruhi berkurangnya pasokan dari daerah pemasok akibat cuaca yang kurang mendukung.

“Harga cabai merah tanjung saat ini berada di kisaran Rp80.000 per kilogram. Cabai merah keriting naik menjadi Rp45.000 per kilogram dari sebelumnya Rp40.000, sedangkan cabai hijau juga mengalami kenaikan sekitar Rp5.000 per kilogram,” ujar Asep.

Selain cabai, harga telur ayam turut mengalami kenaikan sekitar Rp1.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam ras (broiler) naik dari Rp27.000 menjadi Rp28.000 per kilogram.

“Telur naik sekitar seribu rupiah. Untuk ayam masih relatif normal di kisaran Rp28.000 per kilogram,” katanya.

Meski sejumlah komoditas mengalami kenaikan, Asep memastikan ketersediaan bahan pangan di Pasar Muka masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Kenaikan dipengaruhi faktor cuaca, tetapi untuk stok secara umum masih aman,” ucapnya.

Data Siskaperbapo juga mencatat harga beras premium naik 0,06 persen menjadi Rp15.000 per kilogram, sedangkan beras medium meningkat 0,26 persen menjadi Rp14.038 per kilogram. Sebaliknya, harga gula kristal putih turun 0,28 persen menjadi Rp19.000 per kilogram.

Pedagang cabai di Pasar Muka, Ai (36), mengaku mulai merasakan dampak menurunnya pasokan dari pemasok sehingga harga jual ikut meningkat.

“Sebelumnya sekitar Rp60.000 per kilogram, sekarang menjadi Rp80.000. Barang dari pemasok memang sedang jarang,” ujarnya.

Menurut Ai, kenaikan harga tidak serta-merta meningkatkan keuntungan pedagang. Daya beli masyarakat justru cenderung menurun saat harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan.

Keluhan serupa disampaikan Sumiati (53), pedagang martabak. Ia mengaku kenaikan harga telur dan daging ayam membuat biaya produksi usahanya meningkat, sementara jumlah pembeli justru berkurang.

“Harapan kami harga bisa kembali turun. Bahan pokok seperti telur dan daging ayam sangat berpengaruh terhadap biaya usaha. Saat harga naik, pembeli juga berkurang,” katanya.

Kenaikan harga cabai dan sejumlah bahan pangan di pasar tradisional menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau kelancaran distribusi dan menjaga ketersediaan pasokan di tengah kondisi cuaca yang masih belum stabil agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *