Kabupaten Bekasi, aksaraharian.com – RSUD Cabangbungin terus melakukan transformasi pelayanan kesehatan melalui inovasi BIMASAKTI (Body, Mind and Soul Activated Leadership and Services). Program ini dikembangkan untuk membangun budaya kerja yang sehat, inovatif, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan prima bagi masyarakat.
Direktur RSUD Cabangbungin, dr. Hj. Erni Herdiani, mengatakan BIMASAKTI menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi menuju AI-Driven Smart Hospital Culture.
Menurutnya, transformasi organisasi tidak cukup hanya mengandalkan teknologi dan sarana prasarana, tetapi juga harus dibarengi dengan perubahan budaya kerja pegawai.
“BIMASAKTI hadir untuk membangun sumber daya manusia yang sehat, kompeten, berintegritas, dan memiliki orientasi pelayanan yang kuat sehingga mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat,” ujar dr. Erni, Sabtu (27/6/2026).
Ia menjelaskan, BIMASAKTI mengintegrasikan tiga pilar utama, yaitu Body melalui program peningkatan kesehatan pegawai seperti GESIT, PETARO, stretching, dan medical check-up; Mind melalui penguatan kompetensi, inovasi, serta pengembangan potensi pegawai; serta Soul yang menitikberatkan pada pembentukan karakter pelayanan dengan mengedepankan integritas, empati, dan budaya melayani.
Seluruh program tersebut dikelola melalui BIMASAKTI Management System (BMS) yang menerapkan siklus perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, hingga perbaikan berkelanjutan atau Continuous Quality Improvement.
“Kami ingin membangun Smart Hospital Culture, di mana setiap pegawai tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki semangat melayani, terus berinovasi, dan menjaga integritas sebagai bagian dari budaya organisasi,” katanya.
Melalui sistem tersebut, data kesehatan pegawai, kinerja, inovasi, disiplin, hingga budaya integritas dihimpun dan diolah menjadi BMS Index dengan komposisi Body 30 persen, Mind 40 persen, dan Soul 30 persen. Hasilnya ditampilkan dalam dashboard digital yang memungkinkan pimpinan memantau perkembangan individu maupun organisasi secara real time sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis data.
Implementasi BIMASAKTI juga menunjukkan hasil positif. Bed Occupancy Rate (BOR) meningkat hingga 116,59 persen, Indeks Kepuasan Masyarakat mencapai angka 91, pendapatan BLUD naik signifikan dari Rp1,43 miliar pada 2022 menjadi Rp15,5 miliar pada 2025, serta nilai Assessment Zona Integritas meningkat dari 85,64 menjadi 94,84.
Menurut dr. Erni, capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RSUD Cabangbungin.
“Keberhasilan ini bukan sekadar peningkatan angka kinerja, tetapi merupakan hasil kolaborasi seluruh pegawai yang memiliki komitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengembangan BIMASAKTI kini telah memasuki tahap yang lebih maju dengan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dalam proses analisis data dan penyusunan rekomendasi intervensi.
“Sekarang tahapannya sudah lebih advance. Dalam melakukan analisa dan intervensinya sudah menggunakan AI dengan mengedepankan prinsip efektif dan efisien,” jelasnya.
Pemanfaatan AI yang dipadukan dengan Big Data Analytics dan Decision Support System memungkinkan rumah sakit mendeteksi lebih dini berbagai persoalan organisasi, menentukan prioritas pembinaan pegawai, memantau kinerja secara real time, hingga menyusun langkah perbaikan yang lebih tepat sasaran.
“Ketika Body sehat, Mind berkembang, dan Soul berintegritas, maka pelayanan publik akan semakin berkualitas, organisasi menjadi semakin kuat, dan kepercayaan masyarakat akan terus meningkat. Itulah tujuan utama yang ingin kami wujudkan melalui BIMASAKTI,” tutup dr. Erni.
(Red)













