Bogor, aksaraharian.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor resmi ditutup pada Kamis (21/5/2026).
Program kolaborasi antara TNI Angkatan Darat dan Pemerintah Kabupaten Bogor tersebut berhasil menuntaskan berbagai pembangunan fisik maupun nonfisik yang kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Salah satu pembangunan utama dalam program tersebut yakni jalan sepanjang 5,2 kilometer dengan lebar 3 meter yang sebelumnya dalam kondisi rusak dan sulit dilalui warga.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengapresiasi pelaksanaan TMMD ke-128 yang dinilai mampu mempercepat pembangunan hingga ke wilayah pelosok Kabupaten Bogor.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada TNI AD, khususnya Korem 061/Suryakancana dan Kodim 0621 Kabupaten Bogor. Pemerintah daerah tidak dapat menjangkau seluruh wilayah pelosok secara cepat tanpa kolaborasi yang baik,” ujar Rudy.
Selain pembangunan jalan, program TMMD juga merealisasikan pembangunan lima unit rumah tidak layak huni (RTLH), lima unit MCK, lima saluran air bersih, rehabilitasi satu mushola, penanaman pohon keras di sepanjang jalur jalan, hingga program ketahanan pangan seluas satu hektar.
Menurut Rudy, TMMD menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam membangun desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
“Melalui program TMMD dan karya bakti, kami akan terus mengoptimalkan pembangunan di Kabupaten Bogor. Kami ingin pelayanan infrastruktur benar-benar menyentuh hingga titik terujung wilayah Kabupaten Bogor,” katanya.
Tidak hanya pembangunan fisik, TMMD ke-128 juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kepada masyarakat, mulai dari Posyandu, wawasan kebangsaan, bahaya judi online, hingga mitigasi bencana alam.
Rudy menegaskan, pembangunan desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur semata, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“TMMD di Kecamatan Cigudeg ini tidak hanya membangun infrastruktur seperti jalan, tempat ibadah, dan MCK, tetapi juga membangun sumber daya manusia. Berbagai penyuluhan seperti perang terhadap narkoba dan judi online menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Rizal Dwijayanto menjelaskan, pembangunan jalan menjadi salah satu prioritas utama karena kondisi sebelumnya cukup memprihatinkan dan menyulitkan aktivitas warga.
“Dalam kegiatan TMMD kali ini, kami telah melaksanakan pembangunan jalan sepanjang 5,2 kilometer dengan lebar 3 meter. Selain itu juga membangun lima unit rumah tidak layak huni, lima unit MCK, lima saluran air bersih, rehabilitasi satu mushola, penanaman pohon keras di sepanjang jalur jalan, serta kegiatan ketahanan pangan seluas satu hektar,” jelas Rizal.
Ia menambahkan, sebelum dibangun melalui program TMMD, kondisi jalan di lokasi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
“Selain kontur jalannya naik turun, kondisinya juga rusak sehingga menyulitkan masyarakat dalam aktivitas pendidikan maupun kegiatan ekonomi,” tandasnya.
(Red)













