TIGARAKSA, aksaraharian.com — Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, meninjau langsung progres renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Mursani, warga Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa, pada Selasa (7/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wabup Intan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mempercepat pelaksanaan program renovasi RTLH sekaligus menambah jumlah penerima manfaat secara bertahap.
“Ke depan, insyaAllah kami, pemerintah daerah akan membantu mempercepat perbaikan rumah tidak layak huni dan menambah target penerima manfaatnya secara bertahap hingga benar-benar layak dan nyaman untuk dihuni,” ujar Intan.
Menurutnya, program renovasi RTLH merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian layak, aman, sehat, dan nyaman.
“Program pembangunan RTLH ini adalah bentuk kehadiran dan kepedulian pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menciptakan lingkungan hunian yang lebih layak, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga,” ungkapnya.
Ia juga berharap program renovasi RTLH yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Tangerang itu mendapat dukungan luas, tidak hanya dari masyarakat, tetapi juga dari dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Dukungan dan kolaborasi dari masyarakat serta dunia usaha melalui CSR tentu sangat dibutuhkan agar renovasi atau pembangunan rumah tidak layak huni ini bisa semakin banyak. Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan,” katanya.
Selain meninjau progres pembangunan, Intan juga memberikan semangat kepada penerima manfaat agar rumah yang telah direnovasi nantinya dapat dirawat dan dijaga dengan baik.
“Nanti setelah selesai direnovasi, tolong dirawat dan dijaga agar rumah ini bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi ibu dan keluarga,” pesannya.
Sementara itu, Ibu Mursani mengungkapkan kondisi rumahnya sebelum direnovasi sangat memprihatinkan. Sebagian bangunan rumahnya bahkan telah mengalami kerusakan hingga roboh. Saat hujan deras, air kerap masuk ke dalam rumah akibat atap bocor dan saluran air di sekitar rumah yang belum tertata dengan baik.
Tak hanya itu, lingkungan sekitar rumah juga dinilai cukup rawan. Ia menyebut beberapa kali hewan seperti ular sempat masuk ke dalam rumah.
“Alhamdulillah, rumah saya akhirnya bisa diperbaiki, tidak lagi bocor dan lebih aman. Terima kasih Bu Intan beserta jajarannya dan Pak Camat yang sudah membantu memperbaiki rumah ini,” ucap Mursani.
Program renovasi RTLH ini diharapkan terus berjalan secara berkelanjutan sebagai upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya warga yang masih tinggal di hunian tidak layak.
(Hnd)













