Example floating
Example floating
Sosial

Program MBG BGN SPPG Cibadak Dua Sukaresmi Santuni 200 Anak Yatim dan Dhuafa di Cianjur

16
×

Program MBG BGN SPPG Cibadak Dua Sukaresmi Santuni 200 Anak Yatim dan Dhuafa di Cianjur

Sebarkan artikel ini
IMG 20260316 WA0030

Cianjur | aksaraharian.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cibadak Dua menunjukkan dampak sosial nyata bagi masyarakat.

Pada bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, kegiatan santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa digelar di Kampung Babakan Ngantai RT 01/10, Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Senin (16/3/2026).

Sedikitnya 200 anak yatim piatu dan warga dhuafa menerima bantuan sosial dalam kegiatan tersebut. Program ini menjadi bagian dari komitmen MBG yang tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap kelompok rentan selama Ramadan.

Kepala SPPG Cibadak Dua, Aris Budiyono, SH, mengatakan kegiatan santunan ini diharapkan membawa keberkahan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah di bidang pemenuhan gizi.

“Semoga kegiatan ini menjadi ladang amal dan membawa keberkahan bagi semua pihak. Kami juga berharap masyarakat dapat melihat bahwa Program MBG melalui SPPG benar-benar memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar,” ujar Aris.

Menurutnya, kegiatan santunan anak yatim dan dhuafa tersebut menjadi langkah awal agar kegiatan sosial serupa dapat dilakukan secara rutin oleh jaringan SPPG di berbagai daerah.

“Ini kegiatan pertama yang kami lakukan di bulan Ramadan. Harapannya ke depan bisa menjadi kegiatan rutin sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaat Program MBG Badan Gizi Nasional,” jelasnya.

Selain memberikan manfaat sosial, keberadaan SPPG Cibadak Dua juga dinilai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Hal ini karena sebagian besar tenaga kerja direkrut dari warga lokal.

“Sekitar 90 persen pekerja di SPPG ini merupakan warga sekitar. Sejak awal kami memang memprioritaskan pemberdayaan masyarakat lokal agar keberadaan program ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi lingkungan,” tegas Aris.

Sementara itu, Ketua Yayasan Peduli Cinta Umat, Rahmat Sudrajat, menjelaskan kegiatan santunan tersebut merupakan bagian dari program sosial yayasan yang rutin dilaksanakan setiap bulan.

“Alhamdulillah hari ini sekitar 200 penerima santunan, terdiri dari anak yatim dan jompo yang berasal dari empat wilayah desa, yaitu Desa Cibanteng, Desa Ciwalen, Desa Cibadak, serta wilayah perbatasan sekitarnya,” kata Rahmat.

Ia menambahkan, kegiatan santunan bersama Program MBG ini telah menjadi agenda rutin sejak program tersebut mulai berjalan di wilayah Sukaresmi sekitar delapan bulan lalu.

“Sejak awal kami berkomitmen agar Program MBG tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ke depan, pihak yayasan juga berencana mengembangkan sejumlah program pemberdayaan masyarakat, mulai dari peningkatan peluang usaha warga hingga pembangunan fasilitas sosial.

“Kami ingin berkolaborasi dengan masyarakat untuk menciptakan program pemberdayaan ekonomi warga. Selain itu, yayasan juga sedang membangun pondok pesantren di wilayah Cikaso, Desa Cibanteng, serta membantu program rumah tidak layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Salah seorang penerima santunan, Cecep, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan.

“Alhamdulillah kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat membantu anak-anak yatim dan warga yang membutuhkan,” katanya.

Warga setempat juga berharap kegiatan Program MBG Badan Gizi Nasional di Cianjur dapat terus berlanjut karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik secara sosial maupun ekonomi.

(Indra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *