Example floating
Example floating
KesehatanPendidikan

Siswa SMPN 4 Tigaraksa Terima Roti Berjamur, Program MBG Disorot

21
×

Siswa SMPN 4 Tigaraksa Terima Roti Berjamur, Program MBG Disorot

Sebarkan artikel ini
20260302 203906 scaled
Poto : Kondisi roti tawar yang dibagikan kepada siswa di SMP Negeri 4 Tigaraksa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan dalam keadaan berjamur, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait kelayakan konsumsi bagi para siswa.

TANGERANG, aksaraharian.com – Program Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan menunjang pemenuhan nutrisi pelajar kembali menjadi sorotan. Di SMP Negeri 4 Tigaraksa, siswa dilaporkan menerima roti tawar yang sudah berjamur dan tidak layak konsumsi, Minggu (1/3/2026).

Temuan tersebut memicu reaksi dari berbagai pihak. Sejumlah siswa disebut mendapati roti dalam kondisi berbau dan berjamur saat hendak dikonsumsi. Alih-alih memberikan asupan gizi yang sehat, menu yang dibagikan dinilai tidak memenuhi standar kelayakan pangan.

Ketua DPD Badak Banten Kabupaten Tangerang, Ki Kubil Rahmatullah, mengecam keras insiden tersebut. Ia menyebut peristiwa ini sebagai bentuk kelalaian serius dalam pengawasan distribusi makanan bagi pelajar.

“Saya sangat menyayangkan pembagian MBG di SMPN 4 Tigaraksa. Yang dibagikan adalah roti tawar yang sudah tidak layak dimakan manusia karena ditemukan berjamur. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegas Kubil saat dimintai keterangan.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama pihak terkait harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapur penyedia MBG di wilayah tersebut. Ia menyebut dapur yang menyuplai makanan ke SMPN 4 Tigaraksa dan SD Pete berada di Kampung Pemenggalan, Desa Tegalsari, Kecamatan Tigaraksa.

“Dapur yang menyuplai MBG ke SMPN 4 Tigaraksa dan juga ke SD Pete harus segera diaudit. Jangan sampai kesehatan anak-anak jadi korban kelalaian,” ujarnya.

Kubil juga mengimbau para siswa agar lebih berhati-hati sebelum mengonsumsi makanan yang dibagikan dalam program tersebut. Ia meminta pihak sekolah turut meningkatkan pengawasan saat distribusi berlangsung.

“Saya menghimbau kepada anak-anak, sebelum memakan makanan tersebut harus dilihat terlebih dahulu kondisinya,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak dapur SPPG maupun instansi terkait mengenai dugaan distribusi makanan tidak layak konsumsi tersebut. Pihak sekolah juga belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah penanganan yang dilakukan pasca temuan roti berjamur tersebut.

Kasus ini menambah daftar evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, yang sejatinya diharapkan menjadi solusi peningkatan gizi dan kesehatan pelajar di Kabupaten Tangerang.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *