Tangerang, aksaraharian.com – Polresta Tangerang memetakan sejumlah titik rawan tawuran dan balap liar di wilayah Kabupaten Tangerang selama bulan suci Ramadan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Kapolresta Tangerang, Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan kerawanan sekaligus menyiapkan langkah pengamanan secara komprehensif.
“Kami telah melakukan pemetaan kerawanan serta menyiapkan langkah pengamanan secara komprehensif,” ujar Indra Waspada, Jumat (20/2/2025).
Menurutnya, Ramadan merupakan momentum untuk meningkatkan keimanan dan kebersamaan. Oleh karena itu, terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan nyaman menjadi prioritas utama.
“Kami berkomitmen menghadirkan situasi kamtibmas yang kondusif melalui langkah preventif dan preemtif, serta penegakan hukum yang tegas namun tetap humanis,” tegasnya.
Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat 18 titik rawan tawuran atau perang sarung dan 11 titik rawan balap liar yang tersebar di sejumlah wilayah hukum, di antaranya Polsek Cisoka, Pasar Kemis, Cikupa, Balaraja, Tigaraksa, Panongan, dan Mauk.
Untuk lokasi balap liar, beberapa titik yang menjadi perhatian di antaranya Jalan Baru Pemda depan Kawasan Millennium, Perumahan Taman Adiyasa Solear, serta Jalan Raya Tanjakan Rajeg.
Kapolresta menegaskan, patroli akan ditingkatkan pada jam-jam rawan, khususnya saat ngabuburit hingga menjelang sahur.
“Kami akan meningkatkan patroli pada jam-jam rawan, khususnya saat ngabuburit serta pada malam hari hingga menjelang sahur,” jelasnya.
Patroli dilakukan secara mobile maupun stasioner, termasuk razia kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Selain itu, jajaran kepolisian juga melakukan pemantauan media sosial yang kerap digunakan untuk membuat janji tawuran maupun balap liar.
“Setiap potensi gangguan akan kami respons cepat,” tandasnya.
Selain titik rawan tawuran dan balap liar, Polresta Tangerang juga memetakan 25 titik rawan kemacetan yang mayoritas berada di simpang, pertigaan, dan perempatan jalan. Sementara itu, terdapat sedikitnya 9 titik pusat keramaian saat berbuka puasa, di antaranya kawasan Citra Raya, Puspemkab Tangerang, dan Talaga Bestari.
Untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas, personel akan ditempatkan lebih banyak di titik-titik rawan tersebut.
“Serta melakukan pengaturan lalu lintas secara intensif menjelang berbuka dan setelah salat tarawih,” ujar Indra.
Adapun untuk pengamanan pusat keramaian, Polresta Tangerang menggelar Patroli Pusaka (Patroli Pusat Keramaian) guna mencegah tindak kriminalitas seperti pencopetan, curanmor, serta gangguan ketertiban umum lainnya.
Kapolresta menegaskan, tidak ada toleransi terhadap segala bentuk gangguan kamtibmas selama Ramadan. Meski mengedepankan pendekatan preventif, pihaknya tetap akan menindak tegas setiap pelanggaran hukum secara terukur.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar Ramadan di Kabupaten Tangerang dapat berlangsung aman, nyaman, dan penuh keberkahan.
(Hnd)













