Example floating
Example floating
News

Peringati HPSN 2026, Relawan dan UPTD DAS Turun Tangan Atasi Tumpukan Sampah di Kali Sabi

3
×

Peringati HPSN 2026, Relawan dan UPTD DAS Turun Tangan Atasi Tumpukan Sampah di Kali Sabi

Sebarkan artikel ini

Tangerang, aksaraharian.com – Momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 dimanfaatkan puluhan relawan Banksasuci bersama UPTD DAS Cidurian-Cisadane untuk melakukan aksi nyata di bantaran Kali Sabi, Sabtu (14/02/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan Gerakan Banten ASRI, Indonesia ASRI.

Sejak pagi hari, para relawan menyusuri aliran sungai yang dipenuhi sampah rumah tangga dan material plastik yang telah lama mengendap. Dalam kegiatan tersebut, puluhan ton sampah berhasil diangkat dari badan sungai yang selama ini menjadi salah satu titik rawan banjir di wilayah Kabupaten dan Kota Tangerang.

Penggagas kegiatan, Ade Yunus, menegaskan bahwa gerakan Indonesia ASRI merupakan upaya kolektif lintas elemen, tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga komunitas serta partisipasi masyarakat.

“Kami bergerak bersama. Dengan dukungan Pak Gubernur dan kolaborasi berbagai pihak, alhamdulillah tumpukan sampah di Kali Sabi bisa kami angkut dalam jumlah besar,” ujarnya.

Ia menggambarkan kondisi sungai yang cukup memprihatinkan. Endapan sampah yang bercampur lumpur telah mengeras hingga membentuk lapisan padat di dasar kali.

“Ketebalannya sampai membuat kami bisa berdiri di atasnya. Jika dibiarkan, potensi banjir tentu semakin besar. Karena itu, selain bersih-bersih, edukasi agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai akan terus kami lakukan,” katanya.

Gubernur Banten, Andra Soni, turut memberikan apresiasi atas inisiatif para relawan. Melalui sambungan video call, ia menyampaikan dukungan sekaligus menyemangati tim di lapangan.

“Saya sangat mengapresiasi langkah konkret para relawan. Ini bukti bahwa kepedulian lingkungan harus menjadi gerakan bersama,” ucapnya.

Melihat langsung kondisi sungai melalui layar ponsel, Andra mengaku terkejut dengan volume sampah yang menumpuk.

“Luar biasa banyak. Sampai bisa berdiri di atasnya. Ini harus segera ditangani secara berkelanjutan. Terima kasih atas kerja kerasnya, tetap semangat dan jaga kesehatan,” pesannya.

Aksi bersih Kali Sabi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi pemicu perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *